TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

ISIS klaim serangan pertamanya di Kongo

Papua, serangan
Ilustrasi stop serangan teror, pixabay.com
ISIS klaim serangan pertamanya di Kongo 1 i Papua
Ilustrasi stop serangan teror, pixabay.com

Sumber misi penjaga perdamaian PBB sekaligus pemimpin masyarakat sipil kepada Reuters menyebutkan tiga orang tewas akibat bentrokan pada Selasa (16/4/2019)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Goma, Jubi – Kelompok ISIS mengklaim serangan pertamanya di Kongo pada Kamis, (17/4/2019). Organisasi  milisi itu menyatakan Provinsi Afrika Tengah bagian dari Kekhalifahan setelah dua tentara Kongo dan seorang warga sipil tewas dalam baku tembak.

Sedangkan sumber misi penjaga perdamaian PBB sekaligus pemimpin masyarakat sipil kepada Reuters menyebutkan tiga orang tewas akibat bentrokan pada Selasa (16/4/2019) di Bovata, dekat Kota Beni. Kota dan daerah di sekitar daerah tersebut secara bersamaan dilanda kekerasan milisi dan epidemik Ebola.

Baca juga : Komandan ISIS tewas di tangan pasukan Irak

ISIS klaim tewaskan 30 tentara Nigeria

Serangan ISIS terhadap parade militer menewaskan 29 orang

Sulit membuktikan klaim ISIS secara independen, yang disebarluaskan melalui kantor berita miliknya, Amaq. Namun terdapat lebih dari belasan kelompok gerilyawan fanatik berbeda dan kelompok kriminal yang beroperasi di daerah timur Republik Demokratik Kongo. ISIS juga mengakui lebih dari lima tentara tewas dan tiga lagi terluka.

Sumber PBB, yang juga pemimpin masyarakat sipil setempat, David Moaze mengatakan saksi di lokasi serangan menuding kelompok yang bernama Allied Democratic Forces (ADF), yang mungkin terkait dengan ISIS.

Baca juga : Serangan AS di Libya tewaskan bekas pemimpin ISIS setempat

Pemimpin ISIS Indonesia dikabarkan tewas di Suriah

Laporan milik Congo Research Group (CRG) dari New York University dan Bridgeway Foundation pada November menyebutkan bahwa ADF telah menerima dana dari pemodal terkait ISIS. Hal tersebut terlihat dari hubungan sementara antara pemberontak Kongo dan gerilyawan lain di Afrika dan sekitarnya.

Otoritas Kongo menuding ADF sebagai dalang dibalik serangkaian pembantaian selama dua tahun terakhir di timur negara tersebut. Biasanya tidak ada bukti apapun bahwa itu adalah mereka.

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us