TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Ismail Sabri terpilih sebagai PM Malaysia, punya catatan rasis di masa lalu

PM Malaysia Ismail Sabri, Papua
PM Malaysia baru, Ismail Sabri, (Antaranews)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kuala Lumpur, Jubi –  Ismail Sabri Yakoob terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia, ditunjuka oleh raja Malayisa Jumat, (20/8/2021) kemarin.  Namun sejumlah catatan menyebut, penganti  Muhyiddin Yassin itu cenderung rasis.

Hal itu dibuktikan catatam tahun 2015, Ismail Sabri memicu badai protes atas unggahannya di Facebook yang mendesak konsumen Melayu untuk memboikot bisnis Cina yang memonopoli dan mengambil untung yang mendiskriminasi pengusaha non-Cina.

Orang Melayu, kata Ismail, perlu menggunakan kekuatan konsumen untuk mencegah “pencurian keuntungan” oleh etnis Cina Malaysia yang menguasai lebih dari 90 persen ekonomi Malaysia.

Kepala Polisi Diraja Malaysia (PDRM) saat itu Irjen Polisi Khalid Abu Bakar menyatakan bahwa Ismail akan diselidiki berdasarkan Undang-Undang Penghasutan 1948 dan setelah itu dia menghapus unggahannya.

Pada tahun yang sama Ismail Sabri kembali memicu kontroversi ketika ia mengusulkan untuk mendirikan “Low Yat 2”, sebuah mal gadget dan digital yang diharapkan hanya menampung pedagang Melayu.

Baca juga : Kerusuhan melanda Tunisia usai pemecatan perdana menteri Hichem Mechichi 

Perdana Menteri Italia mengundurkan diri, dituduh taktik politik

Terus didemo, Perdana Menteri Thailand mulai melunak

Asosiasi Tionghoa Malaysia (MCA), partai komponen Barisan Nasional, mengkritik usulan tersebut. Presiden MCA Liow Tiong Lai mengatakan bahwa pendirian Low Yat 2 hanya akan merusak hubungan rasial, dan menggambarkan proposal untuk mal khusus bumiputera sebagai “pendekatan antagonis”.

MCA menyarankan Ismail Sabri untuk mendekati masalah dari sudut pandang multi-rasial dan berhenti membuat pernyataan seperti “pedagang Cina adalah pencatut” dan “Low Yat 2 khusus Melayu”.

Rekannya sesama anggota UMNO waktu itu, Saifuddin Abdullah, juga mengkritik proposal tersebut, dengan mengatakan bahwa proposal Ismail Sabri tidak akan bermanfaat bagi orang Melayu dan Malaysia pada umumnya, menunjukkan bahwa memiliki area bisnis di mana pedagang dipisahkan oleh etnis hanya akan menjadi bumerang.

Pada 8 Desember 2015, Ismail Sabri meresmikan pembukaan Mal Digital MARA all-Melayu di Medan Mara, Kuala Lumpur. Meski pedagangnya semua orang Melayu, Ismail menghimbau kepada kaum minoritas untuk mendukung mal tersebut.

Sampai tahun 2020, mal tidak beroperasi dengan baik. Mara Digital Mall Kuantan ditutup pada 2018, sementara Mara Digital Mall Johor berhenti beroperasi pada 2019. Kedua mal itu ditutup dalam rentang waktu tiga bulan.

Tidak semua rakyat Malaysia setuju dengan terpilihnya Ismail Sabri sebagai Perdana Menteri Malaysia. Hal itu dibuktikan sebuah petisi online penolakan digalang melalui Change.org yang hingga Kamis malam (19/8/2021) sudah memperoleh 302.819 dukungan. Penggagas petisi tersebut, Kyle Mohd, mengatakan Ismail Sabri dianggap ikut bersalah dalam penanganan pandemi Covid-19 Yang buruk sehingga menyebabkan infeksi skala besar.

“Banyak komentar tidak pantas membuktikan bahwa dia hanya pembohong dan pelawak politik,” kata penulis petisi tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us