Israel hendak bangun permukiman ilegal di Palestina sebelum Biden dilantik

israel
Ilsutrasi, Ist/Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Israel merencanakan pembangunan permukiman ilegal di Yerusalem Timur, Palestina, sebelum Presiden AS Joe Biden menjabat pada Januari tahun depan. Otoritas Tanah Israel (ILA) dalam situsnya menyatakan telah mewakili membuka tawaran tender kepada kontraktor untuk membangun 1.257 rumah di Givat Hamatos. ILA mengatakan penawaran tender berakhir pada 18 Januari atau dua hari sebelum Joe Biden dilantik untuk menggantikan Presiden Donald Trump, yang pemerintahannya telah mendukung permukiman Israel di tanah Palestina.

Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan permukiman ilegal di bawah hukum internasional dan tender tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk membunuh solusi dua negara yang didukung komunitas internasional.  Para penentang proyek di daerah Givat Hamatos mengatakan pembangunan akan memutus akses beberapa bagian Yerusalem Timur dari kota terdekat Palestina di Betlehem, Tepi Barat. ILA tidak memberikan tanggal dimulainya pembangunan.

Baca juga : PBB sebut saatnya Israel-Palestina berunding 

Ini penyebab Israel akan hentikan aneksasi wilayah Palestina

Guterres desak Israel batalkan rencana aneksasi Palestina

Peace Now, sebuah kelompok anti-permukiman Israel, menuduh pemerintah Netanyahu memanfaatkan minggu-minggu terakhir pemerintahan Trump untuk membangun permukiman ilegal di Givat Hamatos.

Loading...
;

Sebagai wakil presiden dalam pemerintahan Demokrat Barack Obama, Joe Biden, dalam kunjungan ke Israel dan Tepi Barat pada tahun 2010, secara terbuka memarahi Israel atas rencana membangun 1.600 rumah di permukiman Ramat Shlomo.

Tetapi Joe Biden mengatakan selama kampanye kepresidenan baru-baru ini bahwa dia tidak akan membatalkan pengakuan Trump atas Yerusalem, yang statusnya di masa depan berada di jantung konflik Israel-Palestina, sebagai ibu kota Israel.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington tidak lagi memandang permukiman Yahudi di daerah yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967 sebagai pelanggaran hukum internasional. Mike Pompeo akan mengunjungi Israel sebagai bagian dari tur luar negeri yang saat ini sedang berlangsung. (*)
Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top