Follow our news chanel

Previous
Next

Iuran BPJS naik, warga Medan dan Palangkaraya pilih turun kelas kepesertaan

Ilustrasi kantor BPJS Kesehatan - Jubi/Istimewa.
Iuran BPJS naik, warga Medan dan Palangkaraya pilih turun kelas kepesertaan 1 i Papua
Ilustrasi kantor BPJS Kesehatan – Jubi/Istimewa.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Medan, Senin – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri yang mencapai 100 persen dirasakan memberatkan oleh para peserta mandiri. BPJS Kesehatan. Para peserta mandiri BPJS Kesehatan di Kota Medan, Sumatera Utara menurunkan kelas kepesertaan mereka.

Aisyah misalnya, terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan Kelas I. Dengan kenaikan tarif yang diteken Presiden Joko Widodo pada 24 Oktober lalu itu, iuran yang harus dibayarkan Aisyah bakal naik dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per bulan.

Merasa tak sanggup dengan besaran iuran itu, Aisyah pilih menurunkan kelas kepesertaannya menjadi Kelas III yang dikenai iuran Rp42 ribu per bulan.”Kondisi keuangan kita enggak stabil lagi, karena ada kenaikan. Jadi ya sudahlah pindahkan aja,” ujarnya kepada Kantor Berita Antara di kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan, Senin (4/11/2019).

Warga Kota Medan lainnya, Ana juga mengaku akibat kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut, banyak warga di kawasan tempat tinggalnya di Hamparan Perak memilih untuk turun kelas. “Hampir rata-rata pada turun, karena naiknya juga segitu kan,” ujarnya.

Humas BPJS Kota Medan Redo, membenarkan banyak warga yang turun kelas. “Mulai dari isu-isu kenaikan itu pun sebenarnya sudah ada yang turun kelas. Tetapi setelah ditetapkan kenaikan, banyak yang turun kelas,” katanya.

Sejumlah warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah juga akan menurunkan kelas kepesertaan BPJS Kesehatan mereka. “Kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu akan memberatkan terutama bagi kami yang berpenghasilan pas-pasan,” kata Yuda Anwar di Palangka Raya, Senin.

Loading...
;

Yuda mengaku menjadi peserta BPJS Kesehatan jalur mandiri dengan kategori Kelas II bersama istri dan dua anaknya yang kini masih bersekolah. Berkat kenaikan itu, iuran bulanan yang harus dibayarkan Yuda melonjak dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu. Dengan tanggungan istri dan kedua anaknya, Yuda harus membayar Rp440 ribu per bulan.

“Sebelum naik, Kelas II dalam sebulan kita bayar seratus ribu lebih sedikit. Usai kenaikan ini yang harus saya bayar tiap bulan menjadi empat ratus ribu lebih. Kenaikannya drastis sekali,” katanya.

Yuda bersiap menurunkan kelas kepesertaannya ke Kelas III. Dengan penurunan kelas kepesertaan itu, Yuda harus merogoh kocek Rp168 ribu untuk membayar iuran BPJS Kesehatan dirinya bersama istri dan kedua anaknya.

Nina warga Palangka Raya lainnya juga mengaku keberatan dengan kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan yang telah ditanda tangani pemerintah itu.”Saya berada di kelas satu kategori peserta mandiri. Jika sebelumnya sebulan saya bayar Rp160.000 untuk sebulan maka nantinya saya wajib membayar Rp320.000. Untuk dua orang saja sudah segitu apalagi kalau nanti ditambah menjadi tiga atau empat orang,” katanya.

Untuk itu, dia juga berencana akan menurunkan Kelas kepesertaan pada program jaminan sosial kesehatan itu. Di sisi lain dia pun berharap kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu ikut dibarengi dengan peningkatan pelayanan yang dilakukan.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top