HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Izin kerja ditolak, Direktur Daily Post Vanuatu akan banding

Dan McGarry. - Asia Pacific Report/ David Robie/PMC
Izin kerja ditolak, Direktur Daily Post Vanuatu akan banding 1 i Papua
Dan McGarry. – Asia Pacific Report/ David Robie/PMC

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Direktur surat kabar Vanuatu Daily Post, Dan McGarry, terpukul setelah mendengar keputusan pemerintah Vanuatu untuk menolak izin kerjanya setelah 16 tahun bekerja di negara itu, menyebut keputusan itu sebagai serangan atas kebebasan pers.

“Saya terpukul, secara pribadi. Saya telah mendedikasikan 16 tahun hidup saya untuk pembangunan negara ini. Keluarga saya adalah Ni Vanuatu,” kata warga negara Kanada itu kepada Pacific Media Center (PMC).

Izin kerja ditolak, Direktur Daily Post Vanuatu akan banding 2 i Papua

Pekan lalu, Kamis (7/11/2019), ia mengumumkan penolakan itu melalui media sosial (Facebook dan Twitter), mengungkapkan kekecewaannya karena diminta untuk meninggalkan Vanuatu “setelah lebih dari sebulan tertunda-tunda dan ketakpastian, saya diberitahu sore ini bahwa izin kerja saya telah ditolak,” katanya.

“Pada bulan Juli, Perdana Menteri (Chariot Salwai) memanggil saya dan mengomeli saya karena pelaporan saya ‘negatif’, ‘jika Anda tidak suka di sini’ katanya kepada saya ‘pulang ke rumahmu’. Tapi Vanuatu adalah rumah saya.”

“Semua ini dimulai ketika kami meliput sebuah kisah tentang enam warga negara Tiongkok yang ditahan tanpa pengadilan atau penasihat hukum. Empat dari mereka dicabut kewarganegaraan Vanuatu-nya secara tidak sah, tanpa pernah memasuki ruang sidang. Mereka semua segera dideportasi untuk menghadapi tuntutan hukum di Tiongkok,” terang McGarry.

“Beberapa hari setelah laporan ini diterbitkan, ada keluhan yang diajukan ke Media Association of Vanuatu tentang pelaporan Daily Post yang ‘negatif’. Tidak ada bukti yang dikumpulkan untuk mendukung keluhan ini, tetapi dari pemilihan waktunya, tidak perlu lagi dipertanyakan bagaimana dan mengapa keluhan itu terjadi.”

Loading...
;

Dia berjanji akan melanjutkan perjuangannya untuk tetap tinggal di Vanuatu dan mempertahankan standar pers dan media yang bebas dan independen.

McGarry menjelaskan bahwa dia sedang dalam proses mendapatkan kewarganegaraannya, ketika pemerintah Vanuatu menolak izin kerjanya. Langkah selanjutnya adalah mengajukan banding atas penolakan ini.

Penolakan izin kerja McGarry terjadi pada malam sebelum pertemuan Melanesian Media Freedom Forum, yang dimulai Senin ini di Brisbane, dan akan ia hadiri.

Perusahaan tempatnya bekerja, Trading Post Ltd, juga terkejut dengan keputusan itu dan berkomitmen untuk mendukungnya. McGarry juga telah menerima dukungan dari Media Association of Vanuatu dan 89 anggotanya. (Asia Pacific Report)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa