Jack Komboy: Persipura Harus Ikut AFC Cup, Pemprov Papua Jangan Diam Saja

Papua
Legenda Persipura Jayapura, Jack Kamasan Komboy - Jubi/Husain.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Satu di antara legenda klub Persipura Jayapura, Jack Kamasan Komboy menyayangkan situasi yang tengah dihadapi oleh mantan klubnya yang kini terancam gagal tampil di babak play off AFC Cup 2021, yang rencananya bakal dihelat pada Maret mendatang.

Tiket AFC Cup yang didapatkan Persipura nyaris hangus jika batal ikut serta karena terhimpit oleh finansial. Ini terjadi pascasponsor utama mereka, Bank Papua enggan mencairkan dana sisa sponsorship senilai Rp 5 miliar.

Menanggapi nasib mantan klubnya itu, Jack meminta agar Pemerintah Provinsi Papua juga tak tinggal diam terhadap persoalan yang tengah menimpa satu-satunya klub Papua di jajaran elit persepakbolaan Indonesia.

Jack menilai, Pemerintah Provinsi Papua juga harus ikut bertanggungjawab dengan nasib Persipura, karena menurut dia, Persipura bukan hanya membawa nama Kota Jayapura saja, tetapi mewakili seluruh Papua bahkan Indonesia di kancah internasional.

“Di sini saya mau tekankan bahwa dalam kondisi ini pemerintah provinsi Papua jangan tinggal diam, karena ini bawa nama Papua juga. Saya kira ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi yang juga harus terlibat, karena di AFC bukan bawa nama Jayapura saja. Sekarang tinggal tergantung manajemen bagaimana berkomunikasi dengan pihak-pihak yang perlu dan penting perihal itu untuk bersama membahas kelanjutan Persipura di AFC. Intinya bahwa AFC ini kan untuk nama Papua dan Indonesia juga,” ujar Jack kepada Jubi, Jumat (8/1/21).

Eks bek Persipura di awal 2000-an ini sangat menyayangkan jika peluang besar mantan klubnya untuk berlaga di AFC Cup setelah sekian lama absen harus pupus hanya karena kesulitan finansial.

Meskipun kini berstatus legislator yang membidangi olahraga, Jack mengaku tak punya wewenang perihal masalah yang dihadapi oleh Persipura.

Loading...
;

Tapi, Jack menyarankan agar manajemen Persipura mau menemui pimpinan DPR Papua untuk bersama-sama mencari solusi.

“Bagi saya itu kan yang terpenting Persipura harus ikut AFC dulu. Apalagi sudah lama absen, kalau bisa kita harus ikut karena kita sudah punya stadion-stadion yang mumpuni, tapi kembali kepada manajemen nantinya. Saya tidak punya kapasitas untuk membantu meski saya membidangi olahraga, tapi menurut saya mungkin kalau boleh manajemen Persipura bisa ketemu dengan pimpinan kami di DPR untuk bicarakan ini agar bisa sama-sama kita carikan solusi,” ungkap legenda yang juga pernah berkostum PSM Makassar ini.

Sementara itu, Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano meminta kepada Bank Papua agar ada pertimbangan lagi atau perubahan adendum pada kebijakan mereka menunda pencairan dana sisa sponsorship dikarenakan kompetisi yang terhenti.

Benhur berharap, kalau bisa Bank Papua mau mencairkan dana sisa senilai Rp 5 miliar itu plus memberikan dukungan khusus kepada Persipura untuk mengarungi AFC Cup.

“Persipura akan berlaga di AFC, yah mungkin ada sponsor khusus untuk AFC dari Bank Papua, dan jangan berpegang pada pasal 3 sesuai Perjanjian Kerjasama (PKS) soal tata cara pembayaran itu. Kita tahu kondisi klub semua seperti itu di saat kompetisi terhenti, tapi latihan virtual tetap jalan dan gaji pemain juga tetap jalan. Saya mau katakan terserah soal ini, biar masyarakat yang menilai. Itukan bentuk dukungan mereka kepada kita biar bisa tetap aktif. Kita berharap ada perubahan pada adendumnya,” ujar Benhur.(*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top