Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Jadi tersangka, Robertus Robet diizinkan pulang

Orasi pengajar Universitas Negeri Jakarta Robertus Robert yang diunggah akun youtube jakartanicus - / Dok Youtube.com
Jadi tersangka, Robertus Robet diizinkan pulang 1 i Papua
Pengajar Universitas Negeri Jakarta Robertus Robert berorasi di Jakarta pada 28 Februari 2019 menolak rencana penempatan perwira TNI dalam jabatan lembaga sipil – Screencapture Youtube.com/jakartanicus

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aktivis hak asasi manusia Robertus Robet (47 tahun) diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta pada Kamis (7/3/2019). Pasca pemeriksaan itu, Robertus telah ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum, namun tidak dikenai wajib lapor.

“Hari ini saudara R setelah diperiksa, kemudian menjalani proses administrasi, menandatangani beberapa berita acara, saudara R dipulangkan oleh penyidik,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi dari Solo, Kamis.

Kasus yang menjerat dosen Univeritas Negeri Jakarta itu bermula dari orasi yang disampaikan dalam aksi Kamisan pekan lalu. Dalam aksi Kamisan itu, Robert menyoroti rencana pemerintah menempatkan prajurit aktif TNI di jabatan-jabatan sipil. Penangkapan dan penetapan Robertus sebagai tersangka “penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum” pada Kamis telah menuai kecaman dari berbagai pihak, karena dianggap membahayakan kebebasan berekspresi dan demokrasi di Indonesia.

Dedi menyatakan sebelum menangkap Robertus penyidik telah melakukan gelar perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi ahli. “(Diperiksa) saksi ahli, baik ahli pidana, kemudian ahli bahasa. Kemudian membuat konstruksi hukumnya dulu untuk Pasal 207 KUHP,” ujarnya.

Dalam kasusnya, Robert tidak ditahan karena ancaman hukuman dalam pasal yang menjeratnya, dibawah lima tahun penjara. “Ancaman hukumannya cuma satu tahun enam bulan, jadi penyidik tidak menahannya dan hari ini dibolehkan pulang,” ucapnya.

Dalam kasusnya, Robertus pun tidak dikenakan wajib lapor. Meski demikian, penyidik dapat memanggil Robertus kembali bila masih memerlukan keterangan tambahan.

Loading...
;

Selaku tim advokasi hukum Robertus, Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur menyatakan penangkapan Robertus Robet tidak memiliki dasar dan mencederai prinsip negara hukum dan demokrasi. “Oleh karenanya Robertus Robet harus segera dibebaskan demi hukum dan keadilan,” tambah Isnur.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat turut menjadi anggota tim advokasi Robertus. Mereka adalah KontraS, YLBHI, LBH Jakarta, Imparsial, Indonesian Legal Roundtable, Lokataru Kantor Hukum dan HAM, Ajar, Amnesty Internasional Indonesia, Protection Internasional, hakasasi.id, Perludem, Elsam, sorgemagz.com, Solidaritas Perempuan, dan Jurnal Perempuan.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top