Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Jakarta memonopoli hasil tes positif Corona, Lab Pemeriksa tak bisa beritahu RS dan Dinkes

Ilustrasi virus korona penyebab COVID-19. - pixabay.com
Jakarta memonopoli hasil tes positif Corona, Lab Pemeriksa tak bisa beritahu RS dan Dinkes 1 i Papua
Ilustrasi virus corona penyebab COVID-19. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto membuat aturan yang membuat Laboratorium Pemeriksa Corona tidak bisa memberitahukan hasil tes positif Corona kepada rumah sakit, Dinas Kesehatan setempat, maupun para tenaga medis yang sedang merawat Pasien Positif Corona. Semua hasil tes positif Corona Laboratorium Pemeriksa hanya boleh diteruskan kepada Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.

Kebijakan untuk memonopoli informasi hasil tes positif Corona itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksa Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Aturan itu diteken Terawan pada 16 Maret 2020.

Jakarta memonopoli hasil tes positif Corona, Lab Pemeriksa tak bisa beritahu RS dan Dinkes 2 i Papua

Diktum KELIMA huruf e. aturan itu menyatakan Laboratorium Pemeriksa COVID-19 bertugas untuk “menginformasikan hasil tes negatif kepada rumah sakit/dinas kesehatan/laboratorium kesehatan lainnya untuk deteksi cepat (realtime) dalam rangka penegakan diagnosa, sedangkan informasi hasil tes positif hanya dapat dikeluarkan oleh Laboratorium Rujukan Nasional COVID-19.

Diktum KEDUA aturan itu menyatakan Laboratorium Rujukan Nasional COVID-19 adalah “Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Rumusan aturan itu bisa membuat rumah sakit yang sedang merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kehilangan kesempatan pertama untuk mengetahui bahwa pasien yang dirawatnya positif terinfeksi virus Corona. Akibatnya para dokter maupun perawat tidak akan mengetahui hasil pemeriksaan positif itu pada kesempatan pertama. Aturan itu juga bisa membuat Dinas Kesehatan setempat kehilangan kesempatan pertama untuk memutahirkan pemetaan persebaran virus Corona-19 di wilayahnya.

Semua hasil tes positif Corona dari Laboratorium Pemeriksa hanya boleh diteruskan kepada Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Lembaga itu yang nantinya boleh mengeluarkan hasil tes positif Corona.

Loading...
;

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 itu juga telah menunjuk Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Litbangkes Papua telah ditunjuk Menteri Kesehatan menjadi Laboratorium Pemeriksa spesimen virus Corona di wilayah Papua dan Papua Barat. Sekretaris Dinas Kesehatan Papua, Dr Silwanus Sumule menyatakan dalam menjalankan tugasnya sebagai Laboratorium Pemeriksa Corona, Balai Litbangkes Papua akan dibantu para staf Laboratorium Kesehatan Daerah atau Labkesda Papua.

“Kepala Balai Litbangkes sudah tiba di Jayapura dengan membawa sejumlah material dan alat yang memungkinkan kita bisa memeriksa [spesimen PDP Corona dan Pasien Terduga Corona] di sini. Semua tenaga di Labkesda akan digunakan. Dibutuhkan [waktu] tiga sampai enam jam untuk mendapatkan hasil tes,” kata Sumule di Jayapura, Rabu (18/3/2020).

Terkait adanya tiga spesimen PDP yang telah dikirimkan ke Jakarta, Sumule menyatakan pihaknya belum menerima hasil tes dari ketiga spesimen itu.“Sebentar sore saya akan kontak Litbang. Kalau positif, akan diumumkan di Jakarta. Ketentuannya begitu,” kata Sumule.

Sumule berharap penunjukan Balai Litbangkes Papua akan mempercepat pemberitahuan hasil tes positif Corona kepada rumah sakit maupun Dinas Kesehatan di Papua. “Anda bisa bayangkan teman-teman [tenaga medis] kita yang ada di kamar, di dalam ruangan [perawatan pasien yang sedang spesimennya sedang diperiksa di laboratorium]. Menunggu itu stress. Tapi begitu dikatakan negatif, mereka semua langsung senang. Untuk apa di tunda-tunda! Tapi [sebaliknya], kalau positif, cepat diberitahukan, agar segera diisolasi mereka.” kata Sumule.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top