Follow our news chanel

Previous
Next

Jakob Oetama wafat, sejumlah tokoh ini merasa kehilangan

papua, sekjen KY
duka kematian, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sejumlah tokoh nasional merasa kehilangan sosok Jakob Oetama yang wafat pada Rabu, (9/9/2020) kemarin. Jakob dikenal dengan kepekaannya pada masalah kemanusiaan yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, media koran yang ia dirikan bersama PK Ojong.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyatakan berbelasungkawa atas wafatnya Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama. Hal itu ia sampaikan melalui akun media sosial Twitter pribadinya @susipudjiastuti.

“Turut berduka cita atas wafatnya Bapak Pendiri Kompas. Panutan keindependenan Pers, Rest In Peace Pak Jakob Oetama” kata Susi Pudjiastuti, Kamis, (10/9/2020).

Tak lupa, Susi juga mendoakan Jakob Oetama agar beristirahat dengan damai.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama juga menyampaikan ungkapan duka cita atas wafatnya pendiri Kompas Gramedia Group, Jakob Oetama. Ahok berterima kasih karena mendiang telah mendirikan surat kabar nasional, Harian Kompas.

“Terima kasih telah mendirikan surat kabar Kompas, salah satu surat kabar (media) yang wajib saya baca,” kata Ahok lewat akun Instagramnya, @basukibtp, Rabu, (9/9/2020).

Loading...
;

Baca juga : Tokoh pers Aristides Katoppo meninggal dunia

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berterima kasih atas nasihat yang telah diberikan Jakob Oetama semasa hidupnya. “Terima kasih atas petuah-petuah yang disampaikan kepada saya. Selamat jalan Pak Jacob,” tutur Ahok.

Ahok mengunggah potretnya bersama Jakob Oetama. Dalam foto itu, Ahok mengenakan kemeja koko dengan sarung khas Betawi dan peci berwarna hitam. Busana Ahok tampak seperti seragam yang ia kenakan saat memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di sampingnya berdiri Jakob, yang dalam potret itu berkemeja biru.

Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia pada Rabu, (9/9/2020) pukul 13.05 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara. Ia meninggal dalam usia 88 tahun.

Jenazah Jakob Oetama disemayamkan di Kantor Kompas Gramedia, Palmerah Selatan. Jenazahnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis, hari ini.

Karir Jakob di dunia jurnalistik dimulai sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta. Pada 1963, bersama PK Ojong, Jakob mendirikan majalah Intisari yang menjadi cikal bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaan yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965. Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan. Baginya, “Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan.”

Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme. Ia berpegang teguh pada nilai Humanisme Transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi Kompas Gramedia. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top