Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jaksa Agung Tonga diminta intervensi perkara kerusakan kabel internet bawah laut

Kapal Duzgit Venture. – RNZI/ marinetraffic.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nukuʻalofa, Jubi – Mahkamah Agung Tonga telah memutuskan bahwa Jaksa Agung Tonga, dapat melakukan intervensi mengenai UU yang bisa digunakan dalam putusan terkait perselisihan, atas kerusakan kabel internet bawah laut pada 20 Januari 2019.

Pada hari itu, Duzgit Venture, kapal yang terdaftar di Malta itu sedang membawa bahan bakar ke Tonga. Saat berlayar ke arah Nuku’alofa, jangkar dan rantainya diturunkan sebelum waktunya. Ketika jangkar dan rantai kapal itu ditarik kembali, ada kabel yang tersangkut di jangkar. Kabel itu adalah salah satu dari dua kabel internet bawah laut yang merupakan milik perusahaan Tonga Cable Ltd dalam perkara ini, yang menghubungkan Nuku’alofa, Ha’apai dan Vava’u di Tonga dengan Suva di Fiji.

Tonga Cable Ltd telah menuntut ganti rugi sebesar AS $ 1.237.890,06 untuk kerusakan kabel tersebut.

Sedangkan pemilik kapal, DS Venture Ltd, berkata bahwa klaim untuk kehilangan atau kerusakan diatur oleh Pasal 2 dari UU Shipping (Limitation of Liability) Act 1980 (SLLA). Mereka berpandangan bahwa SSLA telah menjabarkan rumus yang bisa digunakan untuk menghitung kewajiban ganti rugi pemilik kapal. Dengan menerapkan formula itu, perusahaan pemilik kapal menyatakan bahwa batas maksimum ganti rugi mereka atas insiden tersebut adalah TOP $ 859.403,82.

Ketua Mahkamah Agung Hakim Whitten, yang memimpin peradilan ini, berkata satu lagi UU lainnya yang juga relevan adalah UU mengenai pengiriman yaitu Shipping Act (1973). Pasal 3 dari amendemen terakhir pada 2016 berlaku untuk semua kapal yang terdaftar dan diberikan izin oleh Tonga di bawah UU atau peraturan terkait, termasuk untuk setiap kapal di perairan Tonga atau di pelabuhan, dermaga Tonga, dan kapal mana pun yang dimana ada awak Tonga dipekerjakan.

“Penuntut telah mengajukan bahwa kalau konvensi Organisasi Maritim Internasional, Convention on Limitation of Liability for Maritime Claims 1976, dan Protocol of 1996 (LLMC) berlaku di Tonga, maka dengan perhitungan formula yang relevan dari Konvensi tersebut, kewajiban maksimumnya untuk semua di sini adalah TOP $ 3.348.496,“ jelas Hakim Whitten.

Loading...
;

Namun, Hakim Whitten berkata bahwa menurut SLLA, LLMC sebenarnya belum resmi diratifikasi sebagai hukum di Tonga sampai kementerian yang terkait mengumumkan hal itu dalam edaran resmi. Namun, ini belum dilakukan.

Oleh karena itu, dalam hal ini penghitungan SLLA bisa digunakan.

“Namun, karena ini adalah perkara yang jarang terjadi di Tonga dan menyangkut kepentingan nasional, saya akan mengarahkan agar putusan antara kedua UU ini dipertimbangkan oleh Jaksa Agung, dan memberikan wewenang kepada Jaksa Agung agar melakukan intervensi mengenai masalah ini”, tambah hakim itu.

Insiden yang terjadi pada Januari 2019 itu memotong internet di Tonga selama 12 hari. (Kaniva Tonga)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top