Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Jaksa anggap eksepsi Ratna Sarumpaet keliru

papua, kerusuhan wamena
Ilustrasi vonis hukum dalam persidangan pixabay.com
Jaksa anggap eksepsi Ratna Sarumpaet keliru 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Sebelumnya tim kuasa hukum dalam sidang yang dilaksanakan Rabu (6/3) mengajukan eksepsi dan menyatakan bahwa surat dakwaan tidak lengkap dan tidak cermat.

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi– Jaksa Penuntut Umum (JPU) menganggap eksepsi atau nota keberatan yang diajukan kuasa hukum terdakwa Ratna Sarumpaet keliru. “Terjadi kesalahpahaman antara JPU dan tim kuasa hukum,” kata Jaksa dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Selasa, (12/3/2019).

Jaksa anggap eksepsi Ratna Sarumpaet keliru 2 i Papua

Sebelumnya tim kuasa hukum dalam sidang yang dilaksanakan Rabu (6/3) mengajukan eksepsi dan menyatakan bahwa surat dakwaan tidak lengkap dan tidak cermat. Kuasa hukum Ratna menganggap tidak akan terjadi keonaran akibat berita hoaks tersebut sebagaimana yang ditulis dalam surat dakwaan.

Baca juga : Dewan Pers: Pers Juga Memicu Kemunculan Hoax

Hoax soal Tsunami yang bikin panik saja

3 hoax terkait divestasi Freeport

Loading...
;

Namun setelah dicermati, JPU menyatakan bahwa eksepsi yang diajukan adalah keliru. Surat dakwa yang disusun sudah melalui berkas perkara dengan alat bukti yang sah sesuai dengan perbuatan terdakwa.  Jaksa menyebut  terlalu prematur untuk menyimpulkan bahwa keonaran tidak terjadi. Dalam surat dakwaan sudah jelas terjadi adanya keonaran dalam kasus ini.

“Sidang ini akan membahas benar atau tidaknya terjadi keonaran dengan menghadirkan saksi-saksi,” kata Jaksa.

Baca juga : Media hoax, hantui jurnalis Papua

Bupati Puncak Jaya: Isu pemindahan kampung, hoax 

AJI Jayapura sasar anak muda sosialisasi hoax

Sidang yang diagendakan adalah untuk mencari tahu kebenaran apakah terdakwa melakukan tindak pidana seperti menyebarkan ujaran kebencian dan keonaran. JPU meminta majelis hakim menolak eksepsi dan menyatakan batal demi hukum.

Sebelumnya terdakwa Ratna Sarumpaet didakwa akibat menyebarkan berita bohong. Ratna mengaku akan pergi ke Bandung pada Jumat, 21 September 2018, padahal Ratna menuju rumah sakit untuk operasi plastik wajah.

Dia berswa foto dalam kondisi muka bengkak dan lebam usai menjalani operasi wajah. Ratna juga mengirimkan foto wajah bengkak itu kepada beberapa rekannya dan karyawannya dengan mengaku karena dipukuli. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top