HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jaksa gagal hadirkan saksi, sidang 4 terdakwa makar di Sorong ditunda

Pengadilan Negeri Sorong menyidangkan perkara empat peserta unjuk rasa anti rasisme yang dijadikan terdakwa makar, Kamis (12/3/2020). - Jubi/CR3
Pengadilan Negeri Sorong menyidangkan perkara empat peserta unjuk rasa anti rasisme yang dijadikan terdakwa makar, Kamis (12/3/2020). – Jubi/CR3

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Jaksa penuntut umum gagal menghadirkan saksi dalam sidang empat perkara terkait unjukrasa anti rasisme Papua di Pengadilan Negeri Sorong pada Kamis (12/3/2020). Sidang itu diwarnai aksi diam para aktivis Forum Peduli Keadilan bagi Monyet yang berdiri di depan gedung Pengadilan Negeri Sorong dengan mulut terplester.

Pengadilan Negeri Sorong tengah memeriksa perkara empat peserta unjukrasa anti rasisme Papua yang terjadi di Kota Sorong pada 17 dan 18 September 2019 lalu. Keempat peserta aksi yang dijadikan terdakwa perkara makar itu adalah Yoseph Laurens Syufi alias Siway Bofit, Ethus Paulus Miwak Kareth, Manase Baho, dan Rianto Ruruk alias Herman Sabo. Mereka ditangkap karena membawa bendera bintang kejora pada aksi anti rasisme Papua itu.

Pada 5 Maret 2020, jaksa penuntut umum mendakwa mereka dengan Pasal 110 ayat (1) KUHP tentang makar dan Pasal  14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal membuat berita bohong untuk menimbulkan keonaran. Dalam sidang Kamis, majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Willem Marco Erari bersama hakim anggota Donald F Sopacua dan Dedy l Sahusilawane seharusnya memeriksa saksi jaksa dalam empat perkara keempat terdakwa itu.

Akan tetapi, Putu Sastra Adi Wicaksana selaku jaksa penuntut umum keempat perkara itu gagal menghadirkan saksinya. Hakim ketua Willem Marco Erari akhirnya menunda pemeriksaan saksi hingga sidang pekan depan. Erari meminta jaksa penuntut umum memastikan kehadiran para saksi, agar persidangan berjalan sesuai jadwal.

Kuasa hukum keempat terdakwa, Max Souisa berharap pemeriksaan saksi jaksa dapat dilakukan pekan depan. Jika tertunda lagi, Souisa akan meminta ketegasan majelis hakim untuk memastikan persidangan berjalan sesuai jadwal.

“Azas persidangan itu mudah, cepat dan sederhana. Kami berharap agar persidangan berikut jaksa bisa menepati janji. Kalau minggu depan jaksa tidak menepati janji, kami selaku pengacara akan mengambil sikap untuk menagih janji jaksa menghadirkan saksi,” kata Souisa saat ditemui di Sorong, Kamis.

Loading...
;

Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Keadilan Bagi Monyet menggelar aksi di depan gedung Pengadilan Negeri Sorong, Kamis. Mereka melakukan aksi diam, membentangkan spanduk, dan membagikan selebaran.

Koordinator lapangan aksi itu, Natalis Yewen menyatakan aksi itu dilakukan sebagai dukungan bagi keempat terdakwa. Yewen menyatakan aksi diam itu mewakili aspirasi seluruh rakyat Papua, yang sampai hari ini masih merasa terhina oleh ujaran rasisme terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu.

Natalis berharap agar aksi diam aktivis Forum Peduli Keadilan bagi Monyet akan menjadi pertimbangan bagi para penegak hukum dalam menjalan pemidanaan terhadap keempat terdakwa. Menurutnya, rasa keadilan rakyat Papua semakin terluka oleh ringannya hukuman yang diterima para pelaku ujaran rasisme terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya.

Pada 3 Februari 2020 lalu, saat majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menghukum terdakwa rasisme Papua Tri Susanti alias Susi tujuh bulan penjara. Sementara seorang terdakwa rasisme Papua lainnya, Syamsul Arifin pada 30 Januari 2020 dihukum lima bulan penjara. “Putusan Pengadilan Negeri Surabaya kepada kedua pelaku rasisme di Surabaya menurut kami sangat tidak adil,” katanya. (*)/[CR3]

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa