TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Jalan menuju arena hoki dan kriket PON XX Papua masih dipalang warga

Arena PON XX Papua
Venue cabang olahraga hoki PON XX Papua 2020 yang sedang dibangun di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura. - Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Ruas jalan utama menuju arena kriket dan hoki Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua di Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura ditutup oleh masyarakat adat pemilih hak ulayat di sana. Mereka menuntut ganti rugi atas penggunaan hak ulayat mereka dalam pembangunan  akses jalan itu.

Soleman Manuri sebagai kepala suku sekaligus pemilik hak ulayat atas tanah yang digunakan untuk membangun jalan menuju arena kriket dan hoki itu membenarkan pihaknya memalang atau menutup akses jalan itu. Namun Manuri menyatakan palang itu akan dibuka pada Kamis (18/2/2021), untuk memberi kesempatan kontraktor pelaksana menyelesaikan pembuatan badan jalan di sana.

“Kami bersama keluarga besar Manuri rencananya akan membuka palang. [Palang akan kami buka] pada Kamis besok,” ujar Soleman Manuri saat dihubungi melalui telepon selulernya di Sentani, Selasa ( 16/2/2021).

Meskipun palang itu akan dibuka, Manuri menegaskan pihaknya tetap menuntut pemerintah daerah untuk membayar ganti rugi atas tanah ulayatnya yang dipakai untuk membangun jalan menuju arena kriket dan hoki itu. “Sudah berkali-kali kami datangi dinas terkait, tetapi hasilnya nihil. Sesuai kesepakatan kami, [jika] satu bulan menjelang PON dilaksanakan [uang ganti rugi itu] belum dilunasi, jalan ini akan kami palang,” ungkapnya.

Baca juga: Delegasi Teknis Bisbol/Sofbal tinjau arena PON, arena belum lengkap

Ketua Persatuan Cricket Indonesia Papua, Idris Salama mengatakan pemalangan jalan yang dilakukan keluarga besar Manuri itu membuat Delegasi Teknis hoki dan kriket PON XX Papua gagal meninjau arena. Idris menyesalkan hal itu, karena peninjauan arena oleh Delegasi Teknis sangat penting untuk menilai kesiapan arena digunakan dalam PON XX Papua nanti.

Menurut Idris, dengan waktu pelaksanaan PON XX Papua yang semakin dekat, semua perlengkapan pertandingan/perlombaan harus dipersiapkan sebaik mungkin. “Kerelaan pemilik hak ulayat untuk membuka palang sangat kami apresiasi. Akan tetapi, dinas terkait sebagai pelaksana lapangan juga harus peka terhadap hal ini. Jangan tinggal diam dan tidak melakukan koordinasi,” ujar Idris.

“Dalam kunjungan ke lapangan kriket beberapa waktu yang lalu, kami menemukan rumput di lapangan belum tertata rapi, lapangannya masih bergelombang. Luas tempat latihan masih kurang dua meter. Hal-hal itu sudah diperhatikan atau belum?” Idris bertanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us