Jalan perbatasan Ri-Malaysia di simpang silat butuh perhatian

Tampak 'kolam bebek', lokasi berlumpur tebal di kampung Mameh, Distrik Tahota jalur trans Papua Barat. (Jubi/IST).
Jalan perbatasan Ri-Malaysia di simpang silat butuh perhatian 1 i Papua
Tampak ‘kolam bebek’, lokasi berlumpur tebal di kampung Mameh, Distrik Tahota jalur trans Papua Barat. (Jubi/IST).

Warga setempat beharap pemerintah daerah memperhatikan dan segera membangun.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kapuas Hulu, Jubi – Ruas jalan di perbatasan RI-Malaysia di Simpang Silat-Nanga Silat, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, mengalami kerusakan cukup serius dan perlu perhatian serius dari pemerintah. Warga setempat beharap pemerintah daerah memperhatikan dan segera membangun.

“Kami minta agar bupati dan DPRD Kapuas Hulu menganggarkan pembangunan jalan Simpang Silat-Nanga Silat di Kecamatan Silat Hilir yang rusaknya cukup parah,” kata tokoh masyarakat Silat Hilir, Gusti Bukhari Dzajuli, Jumat, (4/10/209).

Baca juga : Jalan rusak, Warga: Timbun pasir bukan solusi Menjajal Jalur Trans Papua Barat (Bag. II): Getir dan berkah dari jalan rusak

Jalan rusak Distrik Tahota menelan korban jiwa

Kecamatan Silat Hilir merupakan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sintang dan akses jalan menembus juga daerah perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat melalui jalan perkebunan kelapa sawit

Loading...
;

Gusti Bukhari menyebutkan panjang jalan Simpang Silat-Nanga Silat lebih kurang 14 kilometer dengan kondisi jalan yang rusak, padahal aktivitas lalu lintas di jalan tersebut sudah cukup padat. Jalan itu merupakan urat nadi masyarakat karena digunakan sebagai sarana transportasi barang dan jasa kebutuhan masyarakat di sekitar daerah tersebut.

“Jalan itu pernah dibangun sistem pengerasan kontruksi lentur atau sistem LPA, mestinya dibangun dengan konstruksi rigid sehingga pondasinya kuat,” katanya.

Gusti Bukhari benar-benar meminta agar pemerintah daerah menganggarkan pembangunan tersebut jangan sampai kondisi jalan semakin parah.

Kepala Desa Pangeran, Kecamatan Silat Hilir, Sumadi mengatakan kerusakan jalan Simpang Silat-Nanga Silat itu sudah sering diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, bahkan jalan tersebut selalu menjadi isu politik menjelang Pemilu lalu.

“Kami sangat kecewa pembangunan jalan itu tidak pernah tuntas dan hanya dijadikan isu politik, kami kecewa dengan janji politik,” kata Sumadi. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top