Jalan trans Papua Barat hubungkan tiga pariwisata strategis

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi – Pembangunan jalan trans Papua Barat yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghubungkan tiga lokasi pariwisata strategis di daerah tersebut.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVII Papua Barat, Yohanis Tulak ,di Manokwari, Sabtu (17/11/2018), mengatakan jalan trans Papua Barat sepanjang 1.070,62 kilometer itu saat ini sudah seluruhnya terbuka dan terhubung ke trans Papua.

Ia optimistis 64 persen di antaranya sudah teraspal pada akhir tahun 2018. Sisanya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

"Jalan trans Papua Barat terdapat dua segmen. Segmen satu menghubungkan Sorong-Maybrat-Manokwari dan segmen dua menghubungkan Manokwari, Mameh, hingga perbatasan Papua dan Papua Barat melalui Kabupaten Teluk Wondama dan Nabire," jelasnya.

Menurutnya, selain Raja Ampat, Papua Barat memiliki tiga pariwisata unggulan antara lain yang bisa diakses melalui jalan trans Papua Barat, yakni Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), pariwisata Pegunungan Arfak, dan Pariwisata Puncak di Kabupaten Maybrat.

"Untuk ke Raja Ampat kita bisa masuk melalui Sorong. Pegunungan Arfak bisa melalui Manokwari dan Manokwari Selatan. Untuk TNTC dan wisata Puncak di Maybrat karena memang wilayah ini merupakan daerah lintas jalan trans," kata dia lagi.

Loading...
;

Untuk menikmati sensasi berwisata di TNTC, lanjut Yohanis, pengunjung bisa masuk dari Manokwari Selatan, Teluk Wondama, serta Kabupaten Nabire-Papua.

"Potensi pariwisata di Puncak Maybrat ini sangat bagus, tepatnya berada di Distrik Aifat Utara, dan selama ini sudah banyak orang datang berkunjung. Masyarakat sering menyebutnya negeri di atas awan. Saat pagi hari kita bisa berfoto di atas awan yang dihiasi matahari terbit," kata dia lagi.

Saat ini, jalan yang dibangun melalui anggaran pemerintah pusat itu sudah bisa dilalui meskipun masih ada beberapa titik yang belum diaspal.

"Di segmen satu masih sekitar 60 kilometer yang belum diaspal dari Kumurkek sampai Meyah. Di segmen dua yang masih cukup panjang, sekitar 300 kilometer dari Mameh Manokwari Selatan hingga perbatasan antara Teluk Wondama dan Nabire," ujarnya.

Yohanis mengatakan perkampungan baru mulai tumbuh di sepanjang jalan trans. Aktivitas perekonomian mulai menggeliat karena masyarakat terutama petani semakin mudah mengakses pasar.

"Ini memang tujuan pemerintah, sektor pertanian dan pariwisata bisa tumbuh melalui pembangunan ini. Mudah-mudahan ke depan seluruh daerah yang dilintasi jalan trans Papua Barat ekonominya semakin membaik, termasuk daerah yang berdekatan," kata Yohanis. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top