Jalur evakuasi tsunami di Padang Pariaman masih minim

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Parit Malintang, Jubi – Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat baru memiliki 20 persen jalan untuk jalur evakuasi tsunami dari 42 kilometer panjang pantai yang dimiliki daerah itu. Kondisi itu dinilai masih kurang untuk menghadapi ancaman bencana tsunami yang sewaktu-waktu muncul.

“Jalan jalur evakuasi tsunami tersebut gencar dibangun sejak tahun 2016,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Budi Mulya,  Jumat, (16/11/2018).

Menurut Budi, lebar jalan evakuasi tsunami yang dibangun tersebut sekitar tiga meter dan rencananya akan diperlebar menjadi enam meter.  "Pelebaran ini perlu dilakukan agar masyarakat mudah mengakses lokasi aman dari tsunami," kata Budi menambahkan.

Upaya memperbanyak jalur evakuasi tsunami agar memudahkan warga yang tinggal di pantai di itu mencapai lokasi yang aman dari bencana tersebut. Sayangnya keterbatasan anggaran, menjadikan makanya pembangunn dilakukan secara bertahap.

Selain memperlebar jalan evakuasi, BPBD Padang Pariaman juga akan memasang petunjuk arah evakuasi tsunami sehingga masyarakat mengetahui lokasi aman dari bencana tersebut. Selain itu daerah tersebut juga memerlukan shelter evakuasi tsunami yang saat ini hanya memanfaatkan gedung bertingkat milik warga dan masjid.

“Pembangunan shelter tersebut diperlukan untuk di Kecamatan Ulakan Tapakis, Sungai Limau, dan Batang Gasan,” kata Budi menjelaskan.

Loading...
;

Budi mengimbau warga selalu waspada terhadap bencana alam karena kabupaten Padang Pariaman tidak hanya rawan terhadap stunami, namun juga abrasi pantai, banjir dan longsor. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top