Follow our news chanel

Previous
Next

Jamin keamanan dan keselamatan, Kapolda Papua minta warga bersedia kembali ke Wamena

Kapolda Papua, Irjen Polisi Drs. Paulus Waterpauw, saat bertemu dengan para pengungsi dari Wamena yang ditampung di Rindam XVII/Cenderawasih di Ifar Gunung Sentani, Kamis (3/10/2019) - Jubi/Yance Wenda

 

Jamin keamanan dan keselamatan, Kapolda Papua minta warga bersedia kembali ke Wamena 1 i Papua
Kapolda Papua, Irjen Polisi Drs. Paulus Waterpauw, saat bertemu dengan para pengungsi dari Wamena yang ditampung di Rindam XVII/Cenderawasih di Ifar Gunung Sentani, Kamis (3/10/2019) – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kapolda Papua, Irjen Polisi Drs. Paulus Waterpauw, mengunjungi pengungsi dari Wamena yang berjumlah 157 jiwa yang terdiri dari laki-laki 69, perempuan 57, anak, perempuan 6 laki-laki 10, balita laki-laki 7, dan perempuan 5. Para pengungsi ini sudah berada di Rindam XVII/Cenderawasih di Ifar Gunung sejak Senin (23/9/2019),  .

“Hari ini kita coba dengan ibu-ibu Bhayangkari mengunjungi pengungsi dan ini juga dalam rangka hari ulang tahun TNI yang diperingati pada 5 Oktober. (Kami) bersama dengan Ka Rindam, staf, dan ibu-ibu Persit bergabung melakukan bakti sosial,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw,  kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Kata Kapolda Papua, selain memberikan bantuan kepada korban, ia juga melihat keadaan para korban yang mengungsi di Rindam XVII/Cenderawasih.

“Selain memberikan bantuan kita juga cobahmengali keinginan dan harapan dari pengungsi ini. Saya lihat mashi ada beberapa yang trauma. Kami mengatakan kepada mereka kalau keadaan Wamena dan sekitarnya relatif sudah aman,” jelasnya.

Ia juga mengatakan beberapa fasilitas lain sudah mulai diaktifkan, seperti air dan listrik serta aktivitas lainnya di Wamena.

Loading...
;

“Selain air dan listrik yang aktif kembali, pembersihan rongsokan atau bekas kebakaran kemarin itu dibersihkan,” ujar Paulus Waterpauw.

Kejadian ini, jelas Waterpauw, merupakan bencana sehingga ia berharap tidak semua pengungsi untuk pergi meninggalkan kota Wamena.

“Kami berharap untuk tidak semua pergi kembali ke daerah masing-masing, tapi untuk kaum bapak/laki-laki bisa kembali untuk bekerja dan berusaha menghidupi keluarga mereka. Kami jamin keamanan dan keselamatan mereka,” ujarnya

Sumarni Nurhayati asal Madura, seorang pengungsi dari Wamena, mengatakan dirinya sudah enam tahun tinggal di Wamena.

“Waktu kejadian itu saya di rumah saya di Potikelek. Saya buka usaha warung lalapan. Jam delapan langsung terjadi kekacauan, warung saya dilempar (batu). Di dalam saya ada tiga orang bersama keluarga,” jelasnya.

Dari kejadian  yang membuat Wamena sampai terjadi keributan dan kebakaran di mana-mana ini, tentu membuat panik semua orang sehingga bingung harus berlindung di mana.

“Saya pas waktu kejadian itu diselamatkan oleh ibu kos. Ibu kos ini orang asli Wamena. Dia yang selamatkan saya dan keluarga. Walau Polda (Papua) sudah menjamin keamanan di Wamena tapi saya tetap mau kembali pulang saja karena sudah trauma,” kata Sumarni. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top