Follow our news chanel

Previous
Next

Jangan lagi ada PSU di Papua saat pilkada

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Emus Gwijangge mengingatkan semua pihak terutama penyelenggara pilkada agar dalam pelaksanaan pilkada serentak 10 kabupaten dan satu kota di Papua, 15 Februari 2017 mendatang berpegang pada aturan yang berlaku.

Ia mengatakan, balajar dari pilkada Mamberamo Raya (Mambra) lalu, dua kali dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Jangan sampai ada daerah di Papua yang mengalami hal yang sama ketika pilkada mendatang.

"Jangan sampai Pilkada 10 kabupaten dan satu kota di Papua melakukan PSU ketika pilkada. Cukup Mamberamo Raya saja yang sampai dua kali dilaksanakan PSU. Pilkada Mamberamo Raya menjadi pembelajaran kepada kita semua, terutama lembaga penyelenggara pilkada," kata Emus menjawab pertanyaan Jubi, Rabu (25/1/2017).

Menurutnya, biarkan masyarakat memilih sesuai keinginan hatinya. Jangan ada pihak-pihak yang berupaya melakukan kecurangan. Jangan sampai hal itu justru menyebabkan masalah dalam pelaksanaan pilkada.

"Jangan sampai penyelenggara yang justru memperkeruh suasana. Atau ada pihak yang berupaya mengintervensi pengeyelenggara," ucapnya.

Selain itu kata dia, pasangan calon kepala daerah juga harus bisa mengendalikan massa pendukungnya dan bersaing secara baik. Jangan karena ingin menang sehingga melakukan berbagai cara. Termasuk mencurangi perolehan suara pasangan kandidat lain.

Loading...
;

"Kalah menang itu sudah resiko dalam politik. Tinggal dari kandidat sendiri bagaimana memberikan pendidikan politik yang baik. Papua selalu dianggap daerah rawan ketika pilkada. Kita harus membuktikan kalau itu hanya penilaian orang saja," katanya.

Legislator Papua lainnya, Tan Wie Long mengatakan, penyelenggara pilkada baik KPUD maupun Panwaslu kabupaten/kota harus benar-benar berpegang pada aturan agar tak ada gugatan dan masalah dalam pilkada.

"Penyelenggara harus benar-benar independen, terutama ketika melakukan rekapitulasi suara," kata Tan belum lama ini.

Menurutnya, jangan karena kepentingan pihak tertentu sehingga penyelenggaran tak independen. Hal itu tentu akan berdampak buruk terhadap pelaksanaan Pilkada. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top