Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Jastip Nabire Papua
Anto Amirullah saat mengantarkan pesanan untuk pengguna jastip di Nabire. – Jubi/Titus Ruban

Jastip, cara baru warga Nabire berbelanja pada masa pandemi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Jasa titipan, atau “jastip” yang berupa tawaran orang yang sedang berbelanja untuk membelikan barang kebutuhan orang lain menjadi popular di Nabire, Papua, terutama sejak pandemi Covid-19 merebak di Papua. “Jastip” bahkan telah menjadi layanan profesional yang ditawarkan sejumlah pelaku usaha di Nabire.

Sri Lestari (30), seorang ibu rumah tangga di Nabire, mengaku rutin menggunakan layanan jastip yang ditawarkan melalui pesan berantai di Whatsapp. “Kami terbantu dengan jastip. Pesanan [dilayani dengan] cepat dan diterima di tempat dengan biaya yang relatif terjangkau,” kata ibu dua anak itu di Nabire, Kamis (15/10/2020).

Warga Kelurahan Morgo itu menuturkan, ia rutin menggunakan jastip yang ditawarkan salah satu kerabatnya. Dengan lananan jastip, Sri bisa memesan makanan yang disukainya. Jika perut sudah keroncongan dan belum sempat memasak karena sibuk, jastip menjadi solusi praktis buat Sri.

Kebutuhan Sri terhadap layanan jastip semakin meningkat pada masa pandemi Covid-19. “Untungnya ada Jastip Ceria, bisa pesan tanpa keluar keluar rumah. [Selama pandemi] Covid-19, [kalau] mau keluar rumah harus lihat situasi dulu,” ujar Sri.

Baca juga: Alumni YPK di Nabire perbaiki Monumen IS Kijne

Pemilik Jastip Ceria, Yuni Irani mengaku layanan jastip semakin popular di kalangan warga Nabire pada masa pandemi Covid-19 di Papua. Yuni menuturkan tingginya minat warga Nabire menggunakan jatim telah memunculkan banyak pelaku usaha jastip baru. “Kami masih jalan, walaupun pandemi dan [semakin banyak layanan ] jastip serupa,” kata Yuni.

Jastip Ceria sempat sepi pesanan pada awal masa pandemi Covid-19, yaitu pada Maret dan April 2020 lalu. Namun belakangan pengguna layanan Jastip Ceria justru semakin bertambah, membuat sibuk 22 orang kurir Jastip Ceria. Sebagian kurir Jastip Ceria bahkan telah bekerja secara penuh waktu (full time).

Loading...
;

“Ini ada [kurir] yang hanya fokus di jastip, tapi ada juga yang hanya [menjadi kurir] sebagai sampingan. Jujur saja ada karyawan bank di sini. Jadi kalau ada pesanan, dan ada [kurir] yang tidak sibuk, maka langsung melayani pesanan [itu], dan diantar sampai ke rumah,” kata Yuni.

Menurut Yuni, layanan Jastip Ceria beroperasi sejak pukul 07.00 – 20.00 WP, dan melayani jasa pengantaran makanan dan minuman pesanan pelanggan. Tarif layanan Jastip Ceria berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000 untuk satu kali pengiriman, di luar harga barang atau makanan yang dipesan.

Baca juga: Nabire canangkan satu koperasi, satu kampung

Menurut Yuni, setiap harinya Jastip Ceria bisa mengantongi pendapatan Rp500.000 per hari. “Jadi kami akan bagi hasil, admin mendapat 20 persen dari tarif layanan, dan kurir mendapat 80 persen dari tarif layanan,” kata Yuni.

Salah satu kurir jastip di Nabire, Anto Amirullah mengaku kini menjadikan kurir jastip sebagai pekerjaan utamanya. Mantan karyawan koperasi simpan pinjam itu menuturkan dari pekerjaannya sebagai kurir jastip itu ia bisa mendapat keuntungan bersih Rp100.000 per hari. Selain itu, Anto juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai editor foto dan video.

“Saya sejak keluar dari [koperasi] simpan pinjam, [saya] hanya fokus di jastip, karena jelas hasilnya. Kalau bersih, Rp 100 per hari, lumayan sebulannya. Kerjanya juga santai saja, jadi saya bisa edit foto dan video. tapi itu sampingan saya,” kata kurir berusia 25 tahun ini.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Scroll to Top