HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jayapura tak miliki perekam, data biometrik jamaah haji akan direkam di Arab Saudi

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Syamsuddin. - Jubi/Ramah
Jayapura tak miliki perekam, data biometrik jamaah haji akan direkam di Arab Saudi 1 i Papua
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Syamsuddin. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Permintaan Pemerintah RI untuk terus menambah kuota jumlah haji belum diimbangi kemampuan untuk menyediakan prasarana yang dibutuhkan calon jamaah haji untuk melengkapi persyaratan pengurusan dokumen visa haji. Hingga kini, Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura tidak memiliki alat perekam data biometrik calon jemaah haji. Akibatnya, seluruh calon jamaah asal Papua harus menjalani peremakan data biometrik saat tiba di Bandar Udara Internasional Jeddah dan Madinah, Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Syamsuddin menyatakan, perekaman data biometrik adalah syarat untuk mendapatkan visa haji dari Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. “(Seharusnya) visa itu keluar ketika dokumen paspor telah dilengkapi hasil rekaman data biometrik, Akan tapi, karena kami belum memiliki alat itu,” kata Syamsuddin di Jayapura, Jumat (26/4/2019).

Jayapura tak miliki perekam, data biometrik jamaah haji akan direkam di Arab Saudi 2 i Papua

Syamsuddin menyatakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama telah bertemu pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Selasa (23/4/2019). Pertemuan itu menyepakati seluruh calon jamaah haji yang berasal wilayah yang sulit dijangkau dan tidak memiliki perekam data biometrik bisa mendapatkan visa haji tanpa melampirkan data biometrik.

Dengan kesepakatan itu, Syamsuddin menegaskan seluruh calon jemaah haji asal Papua yang belum melampirkan rekaman data biometrik tetap akan memperoleh visa haji. Akan tetapi, nantinya seluruh calon jemaah haji harus mengikuti perekaman data biometrik ketika tiba di Bandar Udara Internasional Jeddah atau Madinah, Arab Saudi.

“Konsekuensinya, saat sampai di Jeddah atau di Madinah nanti akan dilakukan pengambilan data biometrik bagi seluruh jemaah yang belum melampirkan data itu. Kami sampaikan kepada jamaah haji Kota Jayapura agar jangan mengeluh, karena saat perekaman biometrik bisa antri  3 hingga 4 jam,” jelas Syamsuddin.

Terkait dengan keberangkatan 280 calon jamaah haji Kota Jayapura, Syamsuddin menyatakan jadwal pemberangkatan mereka masih menunggu penentuan kelompok terbang dari pemerintah pusat. “Kami juga belum mengetahui kapan berangkatnya,” jelas Syamsuddin.

Salah satu jamaah haji Kota Jayapura, Lisu Palaloi mengharapkan pemerintah dapat membantu para calon jemaah haji untuk merekam data biometrik mereka. Lisu khawatir jika para calon jemaah haji asal Indonesia akan kerepotan mengantre perekaman data biometrik di Jeddah dan Madinah.

“Saya rasa perekaman data biometrik itu bagus untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi, penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi memakan waktu yang lama dan melelahkan. Jika calon jemaah harus menjalani perekaman data biometrik saat tiba di Jeddah dan Madinah, pasti jemaah yang sudah kelelahan karena penerbangan panjang akan semakin kelelahan,” kata Lisu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top