HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jayawijaya mulai tegas terkait pembatasan waktu aktivitas warga

pembatasan aktvitas di jayapura papua
Bupati Jayawijaya bersama Kapolres dan Dandim mengecek masyarakat yang masih berjualan saat pembatasan aktivitas -Jubi/Islami.
pembatasan aktvitas di jayapura papua
Bupati Jayawijaya bersama Kapolres dan Dandim mengecek masyarakat yang masih berjualan saat pembatasan aktivitas -Jubi/Islami.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai tegas memberlakukan pembatasan waktu aktivitas warga, khususnya di kota Wamena, mulai Selasa (26/5/2020).

Warga diperbolehkan beraktvitas dari pukul 06.00 hingga 14.00 WP. Pembatasan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Penertiban sudah dilakukan beberapa kali, namun kali ini Pemkab Jayawijaya mengatakan akan lebih tegas dengan sanksi bagi pelanggar.

Jayawijaya mulai tegas terkait pembatasan waktu aktivitas warga 1 i Papua

Kontrol yang tegas tersebut di antaranya mencabut izin usaha bagi toko yang tidak mengindahkan aturan.

“Sedangkan bagi yang masih berkeliaran akan diberikan sanksi di tempat seperti ‘push up’, peringatan, dan jika masih melanggar maka akan diambil tindakan yang lebih tegas,” kata Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat meninjau di sejumlah titik pembatasan.

Menurut Bupati, hal itu dilakukan merujuk instruksi Pemerintah Provinsi Papua tentang penegasan pembatasan waktu aktivitas warga.

“Setelah sekitar empat hari sebelumnya dilakukan sosialisasi dan imbauan, kita lihat selama ini bagaimana masyarakat masih belum taat dengan aturan, makanya hari ini dilakukan,” katanya.

Loading...
;

Pembatasan waktu, kata Jhon, sesuai edaran yang telah dikeluarkan Gubernur Papua dan hari pertama masyarakat sudah mulai taat.

“Mudah-mudahan selama 14 hari ke depan hingga 3 Juni 2020,” katanya.

Dalam situasi pandemi Covid-19, jelas Bupati, penertiban dilakukan dengan cara memobilisasi personel dan menempatkan penjagaan di delapan titik.

Batas waktu yang diberikan jika masih ada kendaraan yang berkeliaran, maka satuan lalu lintas Polres Jayawijaya akan melakukan’sweeping’, apalagi jika kendaraan tersebut tidak dilengkapi surat-surat.

“Meski begitu kami memberikan pengecualian bagi para tenaga medis, baik yang bertugas di rumah sakit maupun tempat-tempat karantina,” katanya.

Kemudian petugas dan pegawai di lingkungan bandara, serta para ASN (Aparatur Sipil Negara) yang harus tetap membuka pelayanan hingga sore hari.

“Kalau petugas kesehatan sudah dilengkapi tanda pengenal, begitu juga bagi ASN yang harus membuka pelayanan sampai sore hari, sedangkan bandara tetap akan beroperasi hingga sore hari, karena masih adanya pengiriman logistic, begitu juga bagi klinik dan apotek diberikan toleransi buka hingga pukul 18.00 WP,” katanya.

Dengan adanya pembatasan waktu yang semakin dipertegas, Bupati berharap hasil rapid test hampir 50 orang dan hasil swab semuanya negatif.

“Sehingga ke depan diharapkan akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengingatkan agar anggotanya yang menjaga penertiban di lapangan untuk tetap mengedepankan pola-pola komunikasi dan cara bertindak yang humanis dan tanpa emosi kepada masyarakat.

Ia menyebutkan pembatasan dilakukan di delapan titik di seputar wilayah kota dengan menempatkan personel gabungan yang terbatas di sekitar kota. Polres menerjunkan 200-an personel yang berjaga di sejumlah titik dan berkeliling menyampaikan imbauan kepada warga.

“Instruksi bupati ini sudah yang ketiga kali, jadi perlu dijabarkan di lapangan dengan maksimal, masyarakat juga diminta taat atas keputusan pemerintah daerah untuk kepentingan bersama,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa