Follow our news chanel

Previous
Next

Jayawijaya perpanjang penutupan akses pesawat penumpang

Bupati Jayawijaya bersama forkopimda menggelar rapat untuk memperpanjang penutupan akses pesawat penumpang ke Wamena. -Jubi/Islami
Jayawijaya perpanjang penutupan akses pesawat penumpang 1 i Papua
Bupati Jayawijaya bersama forkopimda menggelar rapat untuk memperpanjang penutupan akses pesawat penumpang ke Wamena. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, memperpanjang penutupan bandara khusus untuk pesawat penumpang dari luar Wamena, maupun yang keluar dari daerah tersebut.

Hal itu diputuskan setelah bupati bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan petugas kesehatan, melaksanakan rapat di halaman Kantor Dinas Otonom Wenehule Huby, Senin (6/4/2020).

“Setelah ditutup sejak 26 Maret hingga 9 April 2020, kami sepakat menutup penerbangan penumpang dari, dan, ke luar Wamena selama 14 hari terhitung mulai 10 April 2020,” katanya.

Hal ini dilakukan setelah melihat perkembangan Covid-19 di Papua khususnya di Jayapura dan Timika, dimana merupakan jalur kedatangan penumpang ke Wamena.

Menurut dia, melihat perkembangan wabah corona di Indonesia yang setiap harinya terjadi penambahan kasus positif, untuk itu akses pesawat penumpang di Wamena belum bisa dibuka, karena ditakutkan orang-orang dari luar akan masuk.

“Sehingga diperpanjang 14 hari lagi. Tetapi untuk pesawat kargo atau barang tetap terbang ke Wamena, karena akses satu-satunya hanya melalui udara,” katanya.

Loading...
;

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Faisal Marasabessy, mendukung kebijakan daerah terkait memperpanjang penutupan sementara penerbangan penumpang.

“Selama 14 hari hingga 9 April besok ini kami sudah jalankan, namun jika memang sudah ada kesepakatan maka bandara mendukung kebijakan itu,” katanya.

Terpisah Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Candra Dianto, menyebut pengawasan arus masuk orang dari Jayapura melalui jalur darat tetap dilakukan. TNI telah mendirikan pos koramil 1702/Jayawijaya ditambah dengan Batalion 756/WMS di Distrik Benawa, untuk membatasi orang masuk ke wilayah Lapago.

“Meski memang ada faktor alam dimana Jembatan Kali Yahuli terputus, namun dari pantauan banyak warga yang mengakalinya dengan menggunakan sejenis tali untuk menyeberangkan barang maupun manusia. Tetapi sekarang ini debit air Kali Yahuli semakin besar, sehingga yang berusaha melintas sudah tidak bisa lagi. Kita saat ini juga dibantu personel dari Polres Yalimo,” katanya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top