Follow our news chanel

Previous
Next

Jelang Natal, Cakbor masih sepi pembeli

Kios pedagang pakaian bekas di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura - Jubi/Yance Wenda.
Jelang Natal, Cakbor masih sepi pembeli 1 i Papua
Kios pedagang pakaian bekas di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura – Jubi/Yance Wenda.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Dagangan pakaian bekas di Pasar Pharaa masih sepi pembeli. Peminatnya tidak sebanding dengan jumlah pedagang dan barang dagangan mereka. Pembeli diperkirakan baru melonjak saat mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Saat Desember (menjelang Natal) paling banyak yang datang cari (membeli) baju untuk dikasikan (dihadiahkan) kepada teman atau kerabatnya. Mungkin nanti (stok dagangan) saya tambah,” kata Melan, seorang pedagang pakai bekas di Pasar Pharaa, kepada Jubi, Rabu (6/11/2019).

Perempuan asal Buton, Sulawesi Tenggara tersebut baru tujuh bulan membuka usahanya di Pasar Pharaa. Dia mendapat barang dagangannya dari salah satu agen. Sekali mengambil, sebanyak satu karung berukuran besar, dan terdiri atas berbagai jenis pakaian dengan beragam ukuran.

Pakaian tersebut dijual Melan seharga Rp5 ribu-Rp20 ribu sepotong. Rata-rata ada 10-60 pembeli daganganya setiap hari. Mereka kebanyakan membeli celana ketimbang baju.

Dagangan pakaian bekas juga dikenal sebagai cakar-bokar atau cakbor di Sentani. Melan menjadikan usaha itu sebagai pekerjaan utama setelah suaminya meninggal. Dia harus mengambil alih peran kepala keluarga dan pencari nafkah bagi empat anaknya.

“Usaha ini untuk membiayai (kebutuhan) hidup dan sekolah anak-anak. Anak-anak saya masih di bangku SMP dan SD,” ujar Melan.

Loading...
;

Cakbor menjadi pilihan alternatif warga untuk memenuhi kebutuhan sandang. Harganya murah, dan kualitasnya juga tidak kalah dengan pakaian baru yang dijual di toko busana.

Cakbor itu murah, tetapi (kualitasnya) bagus-bagus. Ketika ke pasar dan melihat ada (pakaian) yang bagus, pasti saya ambil (beli). Harganya cuma Rp5 ribu-Rp15 ribu,” kata penggemar Cakbor Lenny Soa.

Soa bahkan biasa menjadikan cakbor sebagai hadiah untuk adik-adiknya ketika Natal atau berulang tahun. “Pada Desember, ada banyak (stok cakbor) yang baru, dan pasti banyak pula pembelinya. Saya sudah dua kali (perayaan) Natal menjadikan cakbor sebagai kado buat adik-adik.” (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top