HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jelang Natal dan tahun baru harga BBM di Yahukimo bertahan normal

Suasana Isi Bensin di Suasana antrean BBM di APMS Yahukimo – Jubi-Piter Lokon

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dekai, Jubi – Setiap Bulan November dan Desember, biasanya kerap kali terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Yahukimo. Namun berbeda untuk akhir tahun 2019 ini. Harga BBM tidak langka dengan harga yang bertahan normal, baik yang dijual di Agen Penyalur Minyak dan Solar maupun yang dijajakan eceran di pinggir jalan.

Dalam tahun-tahun sebelumnya, bulan November-Januari adalah musim kemarau yang menyebabkan air sungai Brasa menyusut. Padahal sungai itu merupakan jalur masuk kapal dalam mengangkut BBM. Akibatnya, kapal tertahan di Soator selama berhari-hari hingga berbulan-bulan.

Warga kabupaten Yahukimo, Chaki Kobak yang bermukim di Kota Dekai mengatakan, tahun tahun sebelumnya, ketika air sungai menyusut dan terjadi kelangkaan di akhir tahun, harga BBM dapat mencapai Rp. 50-150 ribu perliter . Tapi tahun ini, harga BBM bertahan pada kisaran Rp15 ribu perliter .

Chaki memberikan saran kepada kepala APMS Yahukimo agar sebelum memasuki bulan-bulan musim kemarau atau kekeringan agar bisa menyiapkan stok lebih banyak dan punya perhitungan yang matang dalam menghadapi bulan musim kekeringan di Dekai, Yahukimo.

“Bulan November sampai bulan Januari bisa dipersiapkan lebih banyak stok BBM untuk kepentingan umum, karena beberapa kali tahun lalu saya melihat disini adalah kami yang masyarakat Ekonomi lemah disini kendaraan motor maupun mobil tidak bisa pake,” kata Kobak menjelaskan apa yang dialaminya pada tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepada APMS Yahukimo Lamalaha, merasa bersyukur karena tahun 2019 ini tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Loading...
;

“Ya alhamdullilah untuk bulan ini, karena kemarin itu terkendala air (Sungai Brasa jalur masuk Kapal) kering, menyebabkan kami disini stok bensin habis, karena air sungai menyusut kering . Biasanya pelayanan 13-14 ton tetapi kali ini 22- 24,5 ton atau 22-24,5 ribu liter dalam penjualan perharinya,” kata Lamalaha, kepala APMS Yahukimo.

Baca juga  Dolly Pince Waine wakili Papua di IYLE Asian 2020

Ia menjelaskan, Sedangkan dalam penjualan ini stok 250 kilo liter, jadi jika dirata-ratakan 22-24,5 kilo liter perharinya berarti pelayanan 10 hari saja sudah 230 kilo liter. “Berarti kita harus penambahan kouta, kita tidak bisa prediksi, antrian perhari akan melonjak. Jadi kita prediksi itu dalam sehari itu 12 kilo liter sampai 17 kilo liter, berarti 17 ribu kilo liter. Karena kami melayani roda dua, roda empat dan jerigen jerigen yang diantri.

Jerigen itu menurutnya, sebagian milik pendulang emas orang asli Papua dan para pengecer.
“ Jadi, itulah yang saya buat supaya masyarakat merasa puas dan saya juga dalam pelayanan puas, Kita target mereka dapat sampai 50 liter bagi para pengecer dan pedulang. Sementara mereka di atas (pedulang) dibutuhkan itu sampai 70 liter pemakaian perhari. Alhamdullilah sampai sekarang ini belum ada masyarakat yang tidak merasa puas begitu, tapi dalam pelayanan semua puas,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa