HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jelang Pilkada, waspadai peredaran uang palsu

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Gorontalo, Jubi- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara mengantisipasi peredaran uang palsu jelang Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Buwono Budisantoso, saat berada di Gorontalo mengatakan perbankan di Gorontalo diharapkan paham dengan ciri keaslian uang rupiah yang baru.

Jelang Pilkada, waspadai peredaran uang palsu 1 i Papua

"Kita sekarang dalam taraf waspada, karena mendekati Pilkada. Dan sesuai dengan arahan dari kantor pusat, pada masa Pilkada seluruh perbankan diminta untuk disosialisasikan tentang ciri keaslian uang rupiah," jelasnya, Sabtu ( 24/2/2018) lalu.

"Perbankan diminta untuk diberikan edukasi secara intensif agar kita bisa menangkal peredaran uang palsu," kata dia.

Ia menjelaskan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada perbankan di Gorontalo agar mengetahui uang rupiah asli atau palsu.

"Dalam sosialisasi tersebut kita memberikan cara singkat kasir perbankan untuk mengenal uang palsu dari sekian banyak uang asli," .

Hal itu perlu diketahui oleh para kasir perbankan karena biasanya uang yang masuk ke bank biasanya dalam jumlah banyak, sehingga harus dengan cepat membedakannya.

"Kami juga memberikan cara-cara terkait pelaporan uang palsu, dan BI kini ada sistem baru yaitu Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC), atau cara menangani uang palsu," ujarnya.

Dengan ada cara yang baru, BI meminta perbankan untuk melaporkan dan pihaknya saat ini memiliki alat untuk memeriksa keaslian uang.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau mengantisipasi peningkatan peredaran uang palsu selama pelaksanaan pesta demokrasi di provinsi itu.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar waspada dan teliti, pastikan secara teliti dengan cara diraba, dilihat, dan diterawang," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang.

Sebelumnya keberadaan uang palsu beredar luas di media sosial Facebook. Salah seorang pengguna media sosial di Kabupaten Kepulauan Meranti mengunggah pengalamannya mendapat beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu. Ternyata, uang tersebut luntur saat terkena air.

Belum ditemukan pihak bertanggung jawab dalam kasus tersebut. "Masih penyelidikan, belum ada tersangkanya," ujarnya.

Nandang tidak menampik jika momen pesta rakyat terjadi peningkatan peredaran uang palsu. Menanggapi hal tersebut, dia mengatakan telah memerintahkan kepada jajarannya untuk terus meningkatkan kewaspadaan. (*)
 

 

 

 

 

 

 

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top