Follow our news chanel

Jemaah haji Kota Jayapura tak wajib rekam data biometrik 

papua, jubi
Mekah, Arab Saudi - Jubi/pixabay
Jemaah haji Kota Jayapura tak wajib rekam data biometrik  1 i Papua
Mekah, Arab Saudi – Jubi/pixabay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Jemaah haji Kota Jayapura, Papua musim haji 1440 H/2019M, tidak diwajibkan untuk merekam data biometrik karena keterbatasan alat perekaman.

Perekaman data biometrik bagi setiap jemaah haji Indonesia tahun ini merupakan program dari Arab Saudi berdasarkan Keputusan Kerajaan Arab Saudi Nomor 43313 tanggal 4/8/1440 H (9/4/2019 M).

Biometrik adalah metode untuk mengenali seseorang berdasarkan ciri-ciri fisik, karakter, dan perilakunya secara otomatis. Pengenalan karakter ini dilakukan melalui retina, sidik jari, pola wajah, dan sebagainya.

Perekaman biometrik dilakukan untuk mempermudah jemaah calon haji saat mendatangi Arab Saudi.

Perekaman biometrik sebagai syarat untuk mendapatkan visa di Kedutaan Arab Saudi di Jakarta.

“Visa itu akan keluar ketika paspor sudah ada, dan disertai dengan hasil rekaman biometrik tapi karena kami belum memiliki alat itu, maka yang disyaratkan hanya paspor,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Syamsuddin, di Jayapura, Jumat (26/4/2019).

Loading...
;

Perekaman data biometrik bagi setiap jemaah haji Indonesia tahun ini merupakan program dari Arab Saudi berdasarkan Keputusan Kerajaan Arab Saudi Nomor 43313 tanggal 4/8/1440 H (9/4/2019 M).

Menyikapi kondisi tersebut, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah bersama Kepala Bagian Konsulat KBSA untuk Indonesia, Selasa (23/4/2019), di Kebudes Arab Saudi, membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam upaya percepatan penyelesaian dokumen haji.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa jemaah haji dari provinsi yang belum memiliki fasilitas rekam data biometrik di wilayahnya, dan jemaah yang berdomisili daerah terjauh dan sulit diakses, tidak melakukan perekaman biometrik sebelum proses pemvisaan.

Sedangkan jemaah haji dari provinsi yang memiliki fasilitas dan memungkinkan untuk rekam data biometrik dapat melakukan perekaman.

Jemaah haji yang melakukan rekam data biometrik di Indonesia tidak melalui proses perekaman data biometrik lagi saat tiba di bandara Internasional Jeddah atau Madinah.

Selain itu, jemaah haji yang belum melakukan perekaman data biometrik, data biometriknya akan diambil di bandara Internasional Jeddah atau Madinah saat kedatangan.

“Selama ini Arab Saudi menganggap Indonesia sama dengan Arab Saudi, yaitu satu negara hanya satu pulau. Sementara Indonesia memiliki berpuluh-puluh ribu pulau. Arab Saudi tidak tahu tingkat kesulitannya seperti apa, biayanya yang besar, dan waktu yang harus ditempuh,” ujar Syamsuddin.

Hanya saja, menurut Syamsuddin, bila jemaah haji Kota Jayapura tak melakukan perekaman biometrik, maka mereka tidak disibukkan lagi dengan perekaman itu. Mereka langsung menyerahkan paspor untuk selanjutnya dikirim ke Kanwil, lalu diserahkan ke Kedutaan Arab Saudi di Jakarta untuk mendapatkan visa.

“Kalau belum dilakukan biometriknya di daerah asal, maka konsekuensinya saat sampai di Jeddah atau di Madinah (Arab Saudi) nanti akan dilakukan pengambilan biometriknya,” katanya.

“Kami sampaikan kepada jemaah haji Kota Jayapura agar jangan mengeluh, karena saat perekaman biometrik bisa antre tiga hingga empat jam,” lanjutnya.

Sebanyak 280 orang jemaah haji Kota Jayapura sedang menunggu penentuan kloter dari pemerintah pusat.

“Kami masuk di kloter berapa, gelombang berapa. Kami belum tahu kapan berangkatnya. Tapi ada informasi kalau Papua masuk di kloter 16, 17, dan 18. Kota Jayapura embarkasi Makassar,” katanya.

Jemaah haji Kota Jayapura, Lisu Palaloi, menyatakan bila diberlakukan perekaman data biometrik, pemerintah harus mempersiapkan alatnya, sehingga mereka tidak kerepotan lagi saat sampai di bandara Arab Saudi.

“Saya rasa ini sangat bagus dengan adanya perekaman data biometrik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Lisu.

“Perjalanan dari Indonesia membutuhkan waktu berjam-jam, sehingga kalau sudah sampai di bandara Arab Saudi tentunya sudah capek, ditambah lagi dengan perekaman tentunya tembah capek lagi,” lanjutnya. (*)

Editor : Timo Marten

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top