Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Jenderal polisi ini menjadi tersangka surat jalan Djoko Tjandra

ilustrasi topi polri papua
ILustrasi - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo menjadi tersangka membantu buronan Djoko Tjandra bepergian di Indonesia. Prasetijo dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 E KUHP dan Pasal 426 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP.

“Hari ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka saudara BJP PU,” kata Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (27/7/2020) kemarin.

Jenderal polisi ini menjadi tersangka surat jalan Djoko Tjandra 1 i Papua

Berita terkait : Cerita jenderal polisi pelindung koruptor

Tak hanya Brigjen Nugroho, Jenderal polisi ini juga lindungi Djoko Tjandra

Mengapa Djoko Tjandra bisa selicin belut, dari PNG ke Jakarta

Listyo mengatakan pasal yang dikenakan pada perwira tinggi (Pati) Polri itu mengancam hukuman maksimal enam tahun penjara. “Itu di luar dari sanksi dari institusi yang akan ditentukan dalam sidang etik dirinya,” kata Listyo menambahkan.

Loading...
;

Menurut Listyo, Prasetijo disangkakan melanggar ketentuan dalam membuat dan menggunakan surat palsu sebagaimana diatur dalam pasal 263 KUHP ayat (1) dan (2) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 E KUHP. Terkait pasal ini, kata Listyo, pihaknya menemukan barang bukti berupa surat jalan hingga surat pemeriksaan bebas Covid-19.

“Surat jalan dibuat atas perintah tersangka BJP PU. Kemudian surat keterangan Covid dan rekomendasi kesehatan yang dibuat di Pusdokkes Polri,” ujar Listyo menjelaskan.

Selain itu dalam konstruksi Pasal 426 KUHP, dia disangkakan membantu orang yang dirampas kemerdekaannya, dalam perkara ini adalah DJoko Tjandra.

Konstruksi pasal berikutnya yang dijeratkan Bareskrim Polri ialah pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP, yakni Prasetijo dituduhkan telah menghalangi penyidikan. Listyo menegaskan bahwa penyidik tidak akan berhenti mengungkap kasus tersebut hanya dengan menetapkan Prasetijo sebagai tersangka.

Ia tak memungkiri kemungkinan terhadap dijeratnya tersangka lain yang terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra selama ini.

“Tim saat ini masih terus bekerja untuk melakukan pendalaman terhadap kemungkinan munculnya tersangka-tersangka baru,” katanya.

Tercatat penyidik telah memeriksa 20 saksi yang diduga terlibat dalam pemalsuan surat jalan tersebut. Berdasarkan catatan yang ada, salah satu pihak yang turut diperiksa oleh Bareskrim adalah pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking yang telah dicegah bepergian ke luar negeri.

Sampai saat ini belum terbuka jelas motif Brigjen Prasetijo membantu buronan Djoko Tjandra. Namun Polri bakal mengusut dugaan aliran dana untuk memuluskan langkah Djoko Tjandra selama berstatus buron.

Kasus Prasetijo terungkap saat surat jalan kepada Djoko Tjandra untuk bepergian dari Jakarta ke Pontianak yang diduga dikeluarkan oleh kepolisian. Hasil penyelidikan internal, Prasetijo Utomo dinyatakan menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kakorwas Bareskrim Polri dengan menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra.

Atas hal ini, Kapolri Jenderal Idham Azis kemudian mencopot Prasetijo dari jabatannya selaku Kakorwas Bareskrim Polri. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top