Follow our news chanel

Previous
Next

Jenderal Rusia ini tewas akibat ledakan bom di Suriah

Papua, reruntuhan
Sisa reruntuhan akibat serangan bom, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Seorang petinggi tentara Rusia berpangkat mayor jenderal tewas akibat terkena ledakan bom di Suriah. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sang mayor jenderal tewas saat kendaraan yang ditumpanginya kena ledakan bom rakitan, Selasa (18/8/2020), kemarin.  AFP menyebut bom itu meledak saat konvoi tentara Rusia selesai melaksanakan misi kemanusiaan di dekat kota Deir Ezzor. Selain menewaskan sang jenderal, tercatat tiga prajurit dilaporkan ikut terluka akibat insiden itu.

“Tiga prajurit terluka dalam ledakan itu, dan seorang penasihat militer senior dengan pangkat mayor jenderal meninggal saat dievakuasi dan diberi bantuan medis,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang dimuat kantor berita Interfax, RIA Novosti dan TASS.

Baca juga : Rusia disebut uji lumba-lumba untuk tentara perang Suriah

Serangkan udara Suriah tewaskan puluhan tentara Turki

Tentara AS kembali ke pangkalan militer di wilayah Suriah

Rusia diketahui mengerahkan ribuan pasukan ke Suriah untuk mendukung kekuatan militernya. Negara itu mulai intervensi militer di Suriah sejak 2015, atau empat tahun setelah konflik Suriah pecah. Rusia bersama Iran membantu pemerintah Bashar Al-Assad, sedangkan Turki dan Amerika Serikat serta sekutu dari Eropa juga Arab membantu beberapa faksi pemberontak berbeda.

Loading...
;

Pada bulan Juli, tiga tentara Rusia dan beberapa tentara Turki terluka di provinsi Idlib yang bergolak di Suriah ketika patroli militer gabungan dihantam alat peledak improvisasi (improvised explosive device).

Diperkirakan sebanyak 14.423 orang meninggal akibat penyiksaan sejak perang saudara di Suriah meletus pada 2011. Jumlah itu didapat berdasarkan dokumentasi kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, Jaringan HAM untuk Suriah (SNHR).

Lebih dari 98 persen dari jumlah korban itu tewas disiksa oleh aparat rezim Presiden Suriah, Bashar Al-Assad.

Menurut SNHR, semua pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah disebut bertanggung jawab atas penyiksaan dan pelanggaran HAM. Namun, mereka mencatat sejauh ini rezim Assad menjadi pelaku penyiksaan terbesar yang menewaskan setidaknya 14.249 orang melalui metode sistematis dan terstruktur. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top