HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jenis usaha permainan anak-anak menjamur di Pantai Nabire

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Berbagai jenis usaha permainan anak-anak semakin menjamur di Kota Nabire. Pengelola usaha ini, kebanyakan bertebaran di Pantai Nabire, dan semuanya orang-orang non-Papua.

Dari pantauan Jubi, aneka permainan yang ditawarkan di antaranya seperti odong-odong, mobil dan motor mini, pasir ajaib, mandi bola, mancing mania dengan boneka-boneka ikan, kereta, dan berbagai jenis permainan lainnya. 

Jenis usaha permainan anak-anak menjamur di Pantai Nabire 1 i Papua

Salah seorang bapak, Yafet Wakum, yang ikut membawa anaknya bermain di sekitar Pantai Nabire mengatakan, tertarik membawa anaknya ke arena bermain tersebut karena pilihan permainannya bervariasi.

“Banyak mainan, anak-anak tinggal main pilih. Jadi saya ajak anak ke sini, karena anak bosan di rumah. Bermain di alam terbuka juga bisa meningkatkan kecerdasan anak," katanya, Senin (15/01/2018).

Menurut Yafet, untuk sekali sewa permainan, ia dipunguti biaya Rp20 ribu. "Tidak terlalu mahal. Masih terjangkau."

Lanjutnya, ia dan anaknya, sebulan sekali berkunjung ke arena permainan ini.

Loading...
;

"Anak saya baru satu, dan dia suka semua jenis permainan di sini. Biasanya sekali ke sini bisa sampai empat permainan yang ia mau," katanya.

Salah satu pemilik usaha, Winarno, mengatakan sudah empat tahun ia menggeluti usaha tersebut. Sebelumnya usaha ini ia kelola di tempat asalnya, Solo.

“Saya dari Solo. Tapi saya dengar dari teman-teman, ada peluang bagus di sini. Karena kala itu permainan seperti ini masih jarang. Saya pun memutuskan pindah dan mencoba usaha di sini,” katanya.

Untuk modal, akunya, awalnya ia hanya bermodal nekat sebab uangnya hanya sedikit.

“Saya memang ada sedikit simpanan. Hanya, karena nekat, saya memilih pinjam sama teman. Alhamdulillah, sekarang malah utangnya sudah lunas," tuturnya.

Harga mobil-mobilan, kata dia, per buah Rp4,5 juta. Untuk sekali sewa dengan durasi 15 menit, ia memungut biaya Rp20 ribu.

“Saya punya tiga jenis permainan, yaitu mobil-mobilan, pasir ajaib, dan mandi bola. Nanti, saya rencananya akan mendatangkan permainan yang belum ada di sini," akunya.

Pengelola usaha permainan anak-anak lainnya, Margono, saat ditemui Jubi mengatakan, sebelumnya ia hanya tukang ojek.

"Saya sudah tiga tahun menggeluti usaha ini. Dulu ngojek, dan pendapatan hanya Rp50 ribu per hari," katanya.

Ia mengaku mulai tertarik dengan jenis usaha ini, berawal dari ajakan teman.

“Saya ditawari teman yang juga bos saya, katanya kalau mau nanti saya dapat 25 persen dari keuntungan. Ya, saya jelas mau sebab kerjanya juga hanya empat jam sehari,” katanya. 

Tapi ia mengaku, profesi tukang ojeknya tidak ia tinggalkan. "Pagi saya ngojek. Sorenya baru ke arena permainan."

Ditanya soal biaya operasional, kata dia, yang mahal itu biasanya aki. Sebab per buah harganya sampai Rp700 ribu. “Aki saja yang mahal. Biasanya dalam dua bulan harus ganti baru."

Katanya lagi, penghasilan per hari rata-rata Rp150 ribu sampai Rp300 ribu.

"Biaya sewa lokasi per tiga bulan itu Rp500 ribu. Kami bayar ke petugas sebab ada yang mengelola lokasi arena itu, yaitu dari Karang Taruna Kelurahan Morgo,” katanya.

Jumlah pengelola usaha permainan anak-anak di Pantai Nabire ini, sampai sekarang berjumlah 10 orang. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa