Follow our news chanel

Previous
Next

JFT kembali membuat Stadion Mandala jadi “angker”

Pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago saat memberikan arahan kepada Boaz Solossa dan kawan-kawan belum lama ini – Jubi/Media Officer Persipura.
JFT kembali membuat Stadion Mandala jadi “angker” 1 i Papua
Pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago saat memberikan arahan kepada Boaz Solossa dan kawan-kawan belum lama ini – Jubi/Media Officer Persipura.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Stadion Mandala terasa semakin “angker” ketika seorang pelatih asal Brasil yang kali kedua menukangi Persipura Jayapura yakni Jacksen F Tiago mengeluarkan jurus ampuhnya meracik strategi bagi pemain Mutiara Hitam.

Dari 12 laga yang sudah dijalani Boaz Solossa dan kawan-kawan, Persipura sama sekali belum terkalahkan di hadapan pendukungnya sendiri. Tercatat, dari pelatih Persipura sebelumnya Luciano Leandro, di tiga laga kandang hanya meraih hasil imbang.

Tiga hasil imbang di kandang saat dilatih Luciano Leandro tersebut diantaranya, bermain 1-1 dengan PSS Sleman pada 31 Mei 2019, imbang 1-1 dengan Semen Padang FC pada 28 Juni 2019 dan 1-1 dengan Badak Lampung FC pada 10 Juli 2019.

Tongkat estafet pun berpindah ke tangan Papi Negro sapaan akrabnya Jacksen Tiago. Di tangan JFT, Persipura berhasil meraih dua kali kemenangan yaitu saat menumbangkan tamunya Madura United dengan skor 1-0 pada 16 Juli 2019, dan mengalahkan Kalteng Putra dengan skor 2-0 pada 14 Agustus 2019.

Dari lima laga kandang tersebut, Persipura berhasil mengumpulkan sembilan poin, dengan memasukkan gol ke gawang lawan sebanyak enam gol dan kemasukan empat gol.

Persipura masih menyisakan satu laga kandang yaitu melawan Persija Jakarta, namun hingga kini, laga tersebut masih ditunda dan belum ada jadwal terbaru dari operator liga dalam hal ini PT. Liga Indonesia Baru (PTLIB).

Loading...
;

Tren positif mulai terlihat kala Persipura mulai superior dengan meraih kemenangan di dua laga away yaitu menundukkan tuan rumah Bhayangkara FC dengan skor 0-1 pada 21 Juli 2019 dan PSIS Semarang dengan skor telak 1-3 pada 6 Agustus 2019 lalu.

Kembali pada persoalan awal yaitu keangkeran Stadion Mandala, Persipura masih menyisakan tujuh laga pada putaran pertama kompetisi Shopee Liga 1 2019.

Dari tujuh laga tersebut, Persipura memiliki tiga laga kandang yaitu menjamu Bali United pada 1 September 2019, menjamu Persela Lamongan pada 14 September 2019, dan menjamu Persija Jakarta (laga Tunda).

Sedangkan empat sisanya dijalani Yustinus Pae dan kawan-kawan di luar tandang. Empat laga tandang tersebut yaitu melawan tuan rumah Bornoe FC pada 19 Agustus 2019, Barito Putra pada 23 Agustus 2019, PS Sleman pada 19 September 2019, dan melawan tuan rumah PSM Makassar (laga Tunda).

Jika nuansa “angkernya” Stadion Mandala tetap ingin terasa di tubuh lawan, maka Persipura harus meraih poin penuh di tiga laga kandang tersebut. Dari situ, poin yang bisa dikumpulkan Persipura adalah sembilan. Berarti, Persipura akan memiliki 25 poin diakhir putaran pertama dengan estimasi di empat laga tandang mengalami kekalahan.

Namun, JFT bisa saja mencuri satu poin di masing-masing empat laga tandang.  Jika terkumpul, maka Persipura finis dengan 29 poin. Tetapi, jika semua laga sisa Persipura baik kandang maupun tandang diraih dengan poin penuh alias merebut tiga poin setiap laga, maka pasukan Merah Hitam julukan lain Persipura Jayapura finis dengan 37 poin diakhir putaran pertama.

“Tentunya saya dan juga pemain akan bekerja keras untuk mewujudkan semuanya, tetapi kami juga butuh dukungan doa dari masyarakat Papua khususnya masyarakat Kota Jayapura agar tim yang kita cintai ini bisa kembali pada masanya,” kata pelatih kepala Jacksen Tiago kepada Jubi, Kamis (15/8/2019) di Jayapura.

Kata JFT, pertandingan sepak bola adalah pertandingan yang cukup sulit, di mana lawan yang akan dihadapi Persipura akan mempelajari timnya sedetail mungkin, begitupun sebaliknya.

“Saya harus mencermati kelebihan dan kekuarangn tim lawan kita dan juga pemain mereka secara individu. Saya juga harus mencermati kelemahan dan kekuaran tim saya sendiri dan juga potensi individu anak-anak saya. Makanya saya bilang sepakbola itu sulit,” ujar JFT sambil senyum.

Tetapi dirinya yakin dan percaya, semua yang dilakukan dengan kerja keras dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala tindak tanduk akan menuai hasil yang positif.

“Kalau kita bekerja dan mengandalkan Tuhan, maka kita tinggal menunggu berkat yang diturunkannya untuk pekerjaan yang sedang kita lakukan. Saya percaya itu, karena kembalinya saya ke Persipura menjadi salah satu contoh dan bukti bahwa Tuhan itu selalu adil dalam memberikan berkatnya kepada orang yang selalu percaya padanya,” katanya.

Kehadiran JFT pun tak dipungkiri oleh Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano. Kata BTM sapaan akrabnya, JFT telah membangkitkan semangat para pemain Persipura, yang sejak awal musim seperti kehilangan gaya permainannya.

“Coach Jacksen telah memberikan semangat baru bagi Persiura, terutama para pemain muda yang kami miliki. Dia tau bagaimana membangkitkan semangat itu, dan saat ini sedang dilakukannya. Terbukti, kita bisa terlepas dari zona degradasi dan berada di posisi aman,” kata BTM belum lama ini di Jayapura.

Sebelumnya, Gunansar Mandowen salah satu pemain muda milik Persipura mengaku kehadiran JFT cukup membantu timnya untuk bangkit dari pertandingan ke pertandingan.

“Saya harus akui bahwa coach Jacksen telah memberikan kami semangat baru untuk menatap setiap laga dengan kepala tegak. Coach Jacksen juga selalu memberikan kami masukkan untuk bagaimana menghadapi tim-tim yang saat ini berlaga di kompetisi. Ada beberapa perbedaan tim kontestan liga, dan kami ketahui dari coach Jacksen,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top