JFT tunggu momen yang tepat turunkan Manu

Imanuel Wanggai saat mendapat penanganan medis usai mendapat cidera dalam pertandingan di Stadion Mandala Jayapura beberapa waktu lalu - Roy Ratumakin.
JFT tunggu momen yang tepat turunkan Manu 1 i Papua
Imanuel Wanggai saat mendapat penanganan medis usai mendapat cidera dalam pertandingan di Stadion Mandala Jayapura beberapa waktu lalu – Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pasca mendapat cidera engkel kaki kanan beberapa pekan lalu, gelandang enerjik Persipura, Imanuel Wanggai atau karib disapa Manu telah terlihat bugar. Pelatih kepala Persipura Jayapura Jacksen F. Tiago (JFT) kepada Jubi mengatakan, Manu kondisinya sudah mulai membaik, dan masih menunggu momen yang tepat untuk diturunkan dalam sebuah pertandingan.

“Waktu tur kami ke Borneo dan Barito, Manu kami bawa, dengan harapan di pertandingan melawan Barito Putra dia bisa diturunkan. Kalau bicara masalah kondisi pasca cidera sudah baik. Hanya menunggu momen (diturunkan) saja ,” kata JFT, Rabu (28/8/2019) di Jayapura.

Dikatakan, saat menghadapi tuan rumah Barito Putra, dirinya sempat berkomunikasi dengan Manu Wanggai, soal akan diturunkannya pemain dengan nomor punggung 11 tersebut, dan Manu pun menyetujuinya.

“Dia (Manu) bilang ke saya. Ok coach, saya bisa diturunkan tetapi hanya 10 sampai 15 menit saja untuk melihat kondisi terkini dari pasca cideranya. Saya juga menyetujui itu. Namun, karena melihat kita sudah leading dengan gol ke tiga membuat saya urungkan niat menurunkan dia,” ujarnya.

Kata JFT, dirinya lebih memilih tidak menurunkan Manu karena aspek menjaga kondisi pemainnya lebih siap lagi di pertandingan selanjutnya.

“Lebih baik saya simpan dia untuk bisa bermain 100 persen di laga selanjutnya, dari pada saya turunkan saat melawan Barito dan dia bermasalah lagi dengan cideranya. Lawan Barito itu dia masuk dalam DSP (Daftar Susunan Pemain),” katanya.

Loading...
;

Berkaca dari cidera yang dialami oleh anak asuhnya terutama Imanuel Wanggai dan Marinus Wanewar, JFT pun meminta kepada pelatih fisik untuk melakukan program latihan yang difokuskan pada pembakaran asam laktat.

“Pembakaran asam laktat ini penting untuk menghindari pemain dari cidera. Dulu, saya pernah melakukan hal tersebut kepada pemain, tidak tau apakah kemarin (pelatih terdahulu) melakukan hal tersebut atau tidak. Tapi saat ini, kami sedang melakukan itu (bakar asam laktat) untuk menghindari pemain lain cidera,” ujarnya.

Sebelumnya dokter tim Persipura, dr. Agustinus Heatubun mengatakan dirinya masih tetap melakukan pemantauan terhadap Imanuel Wanggai dan Marinus Manewar pasca cidera.

“Tetap dipantau, baik dalam proses latihan ringan maupun berat. Kita berharap, kedua pemain ini bisa pulih 100 persen sesuai dengan target waktu yang ditentukan,” katanya. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top