Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Jika pemerintah liburkan sekolah, DPRD Merauke akan mendukung

Ilustrasi virus korona penyebab COVID-19. - pixabay.com
Jika pemerintah liburkan sekolah, DPRD Merauke akan mendukung 1 i Papua
Foto ilustrasi, virus Corona. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Merauke, Benjamin Latumahina mengatakan pihaknya mendukung penuh jika pemerintah meliburkan kegiatan belajar mengajar seluruh jenjang pendidikan dari TK hingga SMA/SMK. Hal itu disampaikan Latumahina di Merauke pada Senin (16/3/2020).

“Kami mendukung jika sekolah diliburkan selama dua minggu ke depan. Karena jumlah anak di setiap sekolah mencapai ratusan orang,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu lalu Dinas Kesehatan Merauke mengumumkan RSUD Merauke merawat seorang pasien dalam pengawasan. Pasien itu memiliki riwayat kontak dengan Pasien Nomor 50, pasien positif Corona yang meninggal di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah pada Kamis (12/3/2020). Akan tetapi, pasien terduga Corona itu belum menjalani tes Corona, sehingga masih ada kemungkinan bahwa pasien di RSUD Merauke tidak terinfeksi Corona.

Latumahina menyatakan wabah virus Corona (COVID-19) berbahaya dan tidak main-main. “Bagi saya, tidak masalah ketika anak-anak diliburkan. Itu langkah paling tepat,” ungkapnya.

Pada Senin, DPRD Kabupaten Merauke menggelar pertemuan tertutup dengan Pemerintah Kabupaten Merauke dan sejumlah instansi terkait, membahas penanganan wabah Corona di Merauke. Latumahina menyatakan dalam pertemuan Senin itu Imigrasi dan Badan Perbatasan Kabupaten Merauke telah meminta agar Pos Lintas Batas Negara di Sota, Kabupaten Merauke, ditutup.

Jika pos itu ditutup, maka pelintas batas dari Papua Nugini tidak bebas lagi datang ke Kabupaten Merauke. “Akses para pelintas batas dari Papua Nugini yang biasa datang ke Sota [untuk] berbelanja kebutuhan pokok akan dibatasi pula,” ungkapnya.

Loading...
;

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Dr Nevil Muskita mengatakan pihaknya tidak berwenang untuk mengomentari wacana peliburan para siswa TK hingga SMA/SMK. “Tugas kami adalah menyampaikan kepada masyarakat agar selalu waspada dan membatasi interaksi dengan siapa saja,” kata Nevil di Merauke, Senin. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top