Follow our news chanel

Jika turun hujan, sungai di Nabire segera dipenuhi sampah

Sampah yang menumpuk di Sungai Baneha, Nabire. – Jubi/Titus Ruban
Jika turun hujan, sungai di Nabire segera dipenuhi sampah 1 i Papua
Sampah yang menumpuk di Sungai Baneha, Nabire. – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Hujan yang turun di Nabire, Papua, dengan cepat akan menyebabkan banjir karena banyaknya sampah yang menyumbat selokan- selokan drainase. Beberapa sungai yang melintas di Nabire, seperti Sungai Siriwini, Nabarua, Oyehe, Baneha serta Sungai Nabire juga penuh dengan sampah yang menghambat aliran air dan menyebabkan banjir.

Dalam beberapa hari belakangan ini, hujan terus mengguyur Nabire dan sampah ikut terlihat di mana-mana terutama di sungai.Salah satunya di Sungai Baneha yang melintasi tiga kelurahan. Kawasan padat penduduk itu memiliki volume sampah yang besar, dan setiap kali terjadi hujan sampah itu akan naik ke badan jalan.

Salah seorang warga, Basarudin Werfete mengatakan, sampah di sungai adalah buangan masyarakat yang tinggal di bantaran atau dekat sungai itu sendiri. “Ini [sampah buangan] warga sekitar sungai,” ujar Werfete, warga Kelurahan Karang Mulia, kepada Jubi di Nabire, Sabtu (28/9/2019).

Menurutnya, sampah itu harus dibersihkan, sebab akan hanyut sampai ke pantai dan dapat merusak ekosistem laut. Selain itu, sampah itu berbau menyengat.”Ini harus dibersihkan. Kami mohon instansi terkait melihat hal ini,” imbuhnya.

Selain disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuah sampah pada tempatnya, terhalangnya aliran sungai juga disebabkan desain konstruksi jembatan yang memakai tiang kolom (penyangga) di tengah bentang jembatan. Bentang jembatan juga dibangun tanpa mengukur ketinggian air pada saat musim hujan, sehingga banyak sampah tersangkut di bentang jembatan.

“Termasuk desain konstruksi pipa saluran air PDAM yang tidak memperhatikan ketinggian arus saat banjir pada musim hujan. Akibatnya, air meluap sampai tergenang di ruas jalan dan sampah juga ikut,” ujarnya.

Loading...
;

Basarudin Werfete berharap kepada instansi terkait dapat melakukan survei dan perencanaan desain ulang jembatan untuk segara direnovasi. “Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai Baneha mulai dari Kampung Harapan, Bukit Meriam, Jln. A. Yani, Komp. Yapis dan seterusnya [juga harus diimbau] agar tidak membuang sampah ke sungai,” kata Wertefe.

Terpisah, salah seorang pegiat lingkungan di Nabire, Bentot Yatipai menambahkan bahwa persoalan sampah di sungai disebabkan belum adanya tempat penitipan sampah (TPS) yan disediakan. Selain itu, kurangnya peran serta dari aparat distrik, kelurahan hingga RT/RW. Akibatnya warga asal membuang sampah di sungai.

“Kendalanya tidak ada TPS. ya mau dan tidak mau warga di bantaran sungai pasti buangnya ke situ,” tuturnya.

Yatipai sependapat dengan Werfete bahwa sampah – sampah di sungai harus di bersihkan. Jika tidak, ekosistem laut ikut tercemar.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top