TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

John NR Gobai: Kajati Papua abaikan penetapan pembantaran Victor Yeimo

Advokat di Papua
Advokat Emanuel Gobay saat bernegosiasi dengan polisi agar penetapan pembantaran Victor Yeimo segera ditindaklanjuti Jaksa Penuntut Umum. - Jubi Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota DPR Papua, John NR Gobai dan Laurenzus Kadepa selaku penjamin penangguhan penahanan/pembantaran Victor Yeimo menyatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nicolaus Kondomo tidak mau mengeluarkan Yeimo dari tahanan pada Sabtu (28/8/2021). Gobai  menyatakan Kondomo mengabaikan penangguhan penahanan Yeimo yang telah ditetapkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jayapura.

Hal itu disampaikan Gobai dan Kadepa saat menemui para kerabat Victor Yeimo yang berkumpul di depan kediaman Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  Nicolaus Kondomo di Kota Jayapura, Sabtu. Gobai dan Kadepa menyampaikan hal itu usai bertemu Kondomo di kediamannya. Akan tetapi, Kondomo tidak ikut menemui keluarga Victor Yeimo yang berkumpul di depan rumahnya itu.

“Jadi malam ini Kajati tidak mengindahkan [penetapan] majelis hakim yang hari ini. [Penetapan] pembantararan dari majelis hakim tidak diindahkan, dan itu tidak sesuai dengan harapan kami semua, pihak penasehat hukum, penjamin, dan keluarga Victor Yeimo yang mendatangi kediaman Kajati Papua,” kata Gobai.

Baca juga: Merasa pembantaran Victor Yeimo diabaikan JPU, keluarga datangi rumah Kajati Papua

Victor Yeimo adalah juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat yang tengah ditahan di rumah tahanan Markas Satuan Brimob Daerah Papua dan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jayapura untuk perkara pidana nomor 376/Pid.Sus/2021/PN Jap. Sidang perkara pidana Victor Yeimo itu dipimpin majelis hakim yang diketuai Eddy Soeprayitno S Putra SH MH, dengan hakim anggota Mathius SH MH dan Andi Asmuruf SH.

Pada 27 Agustus 2021, majelis hakim yang diketuai Eddy Soeprayitno S Putra SH MH menangguhkan penahanan Victor Yeimo, agar Yeimo dapat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Akan tetapi, hingga Sabtu sore, Yeimo tetap ditahan di rumah tahanan Markas Satuan Brimob Daerah Papua, sehingga penasehat hukum dan keluarga Victor Yeimo mendatangi kediaman Kajati Papua, Nicolaus Kondomo.

Gobai menyatakan ia telah berusaha menyampaikan berbagai pertimbangan kemanusiaan agar Kondomo mau menjalankan penetapan majelis hakim untuk menangguhkan penahanan Victor Yeimo pada Sabtu. Akan tetapi, Kondomo tidak mau menjalankan penetapan majelis hakim itu.

Baca juga: Jika terjadi sesuatu kepada Victor Yeimo, negara mesti bertanggung jawab

“Saya juga menyampaikan upaya-upaya [kami] sebagai penjamin, sesuai keterangan dokter. Hasil pemeriksaan kesehatan Victor Yeimo yang disampaikan oleh dokter juga saya sudah jelaskan, semua pertimbangan saya sudah sampaikan [kepada Kajati],” kata Gobai.

Gobai mengatakan pihaknya sudah meminta agar Kajati Papua menjalankan penetapan majelis hakim untuk menangguhkan penahanan Victor Yeimo, sehingga Yeimo bisa segera menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurutnya, semua pertimbangan hukum maupun pertimbangan hak asasi manusia juga telah disampaikan kepada Nicolaus Kondomo. “Kajati tidak mengindahkan surat [penetapan] majelis hakim untuk melakukan pembantaran terhadap Victor Yeimo,” kata Gobai menegaskan.

Menurut Gobai, Kondomo memiliki pertimbangan yang berbeda dari pertimbangan majelis hakim yang telah menetapkan pembantaran Victor Yeimo. Gobai menyatakan Kondomo justru meminta ia dan Laurenzus Kadepa bersabar menunggu Yeimo dibantarkan pada Selasa (31/8/2021) pekan depan.

Baca juga: Sidang pembacaan dakwaan Victor Yeimo ditunda lagi 

“Karena, menurut pihak Kejati, sesuai permintaan dari PH yang minta. Pemeriksaan sudah tanggal 20 Agustus 2021 kemarin. Sudah dilakukan pemeriksaan pemeriksaan kesehatan Victor Yeimo  di RSUD Jayapura. Sehingga kami [diminta] menunggu pada sidang Selasa, 31 Agustus 2021,” kata Gobai.

Gobai mengatakan bahwa pihaknya mendatangi kediaman Kajati Papua pada Sabtu malam, setelah merasa gagal berkomunikasi dengan Jaksa Penuntut Umum Adrianus  Tomana dan Dedi Sawaki. “Kalau mereka dua itu datang melakukan komunikasi baik dengan pengacara, semuanya akan berjalan lancar dan tidak sampai larut malam. Karena mereka tidak membalas telepon dari pihak pengacara, sehingga proses hari ini berjalan molor,” kata Gobai.

Laurenzus Kadepa  juga mengatakan ia datang untuk menjelaskan posisinya selaku penjamin penangguhan penahanan Victor Yeimo, dan penangguhan itu telah ditetapkan oleh majelis hakim yang memeriksa perkara Yeimo. Ia menyatakan dirinya mau menjamin penjamin agar penahanan Victor Yeimo ditangguhkan, karena ia mengetahui pertimbangan dokter yang memeriksa Yeimo.

Baca juga: 2 anggota DPR Papua siap jadi penjamin Victor Yeimo

“Kami bisa datang karena keterangan dokter, atas pertimbangan dokter. Atas kemanusiaan dan hak atas kesehatan Victor Yeimo. Tidak ada rekayasa. Kami akan beritahu [apa yang terjadi malam ini] kepada hakim. Yang pasti, kami sama-sama datang mewakili hakim yang mulia,” katanya.

Kadepa mengatakan aspirasi untuk meminta Victor Yeimo segera dibawa ke rumah sakit sudah disampaikan berulang-ulang oleh pihak keluarga, jamin Kajati Papua belum mau menangguhkan penahanan Victor Yeimo.  “Kami sampaikan berulang-ulang. Kami sebagai penjamin hadir,” katanya.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us