Follow our news chanel

Previous
Next

Jokowi didesak datang ke Papua selesaikan konflik

Foto ilustrasi - pixabay.com
Jokowi didesak datang ke Papua selesaikan konflik 1 i Papua
Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, mendesak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar segera mengunjungi Papua,  mengambil langkah tegas dan terukur dalam menyelesaikan konflik sosial politik, rasialis dan diskriminatif di Tanah Papua dewasa ini.

“Kami desak Pak Presiden unutuk turun gunung selesaikan persoalan di Tanah Papua, ” kata Direktur Eksekutif LP2BH  Yan C.  Warinussy kepada Jubi di Nabire.  Senin (02/09/2019).

Dikatakan Warinussy, Kkehadiran seorang kepala negara seperti Jokowi, mendesak dan  sangat diperlukan saat ini. Sebab menurutnya konflik kini, sudah mengarah kepada pertikaian horisontal antar warga, sebagaimana yang terjadi di Jayapura dan sekitarnya.

Menurutnya,  kehadiran personel TNI dan Polri yang telah diamanatkan lebih mengambil langkah – langkah persuasif, justru dikuatirkan akan makin memberi nuansa pembiaran terjadinya konflik horisontal antar etnis. Dia menduga kuat hal itu seolah hendak menghindari sorotan dunia internasional atas terjadinya bencana kemanusiaan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di bumi Cenderawasih.

“Sehingga hal tersebut dapat memudahkan bagi pengerahan isu kriminalitas dalam konflik pasca aksi damai yang telah berakhir anarkis di Minggu terakhir Agustus 2019 tersebut,” terangnya.

Sehingga,  sebagai salah seorang Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua, pihaknya mendesak Presiden Jokowi untuk segera memanggil dan bertemu dengan kedua Gubernur Papua dan Papua Barat bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Tanah Papua dalam waktu dekat.

Loading...
;

Ia pun berharap,  pertemuan ini hanya dengan Presiden sendiri dan Presiden Jokowi dapat mendengar suara rakyat Papua secara langsung dan mengambil langkah awal demi menghentikan aksi lanjutan soal rasis dan diskriminasi yang kental, berbuntut tuntutan politik penentuan nasib sendiri dan referendum.

“Kiranya pertemuan ini dapat menjadi ajang yang damai dan demokratis bagi Jokowi selaku Kepala Negara untuk memulai langkah perundingan dan dialog yang imparsial dan transparan dalam mencari dan menemukan akar soal konflik di Tanah Papua dan berusaha menemukan cara penyelesaiannya secara damai, demokratis dan adil ke depan,” harapnya.

Terpisah, salah satu tokoh pemuda di Nabire,   Emanuel Monei menambahkan bahwa seharusnya Presiden sesegera mungkun turun tangan untuk mengakhiri konflik di Papua.

“Saya pikir,  kalau Bapak Jokowi datang pasti akan aman sebab beliau adalah Presiden pilihan masyarakat Papua, ” tandas Monei.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top