Follow our news chanel

Jokowi diminta tinjau ulang pengangkatan Sekda Papua

Sekda Papua
Forum Lintas Pemuda Papua gelar keterangan pers di Kota Jayapura, Papua, meminta Presiden Joko Widodo meninjau ulang pengangkatan Sekretaris Daerah Provinsi Papua.- Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Langkah Presiden Joko Widodo mengangkat Dance Yulian Flassy menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Papua memantik penolakan. Forum Lintas Pemuda Papua meminta Jokowi meninjau ulang keputusan itu.

Pada 23 September 2020, Jokowi menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 159/TPA Tahun 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Melalui Kepres itu, Jokowi mengangkat Dance Yulian Flassy menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Papua.

Forum Lintas Pemuda Papua meminta Jokowi segera meninjau ulang keputusannya mengangkat Dance Yulian Flassy menjadi Sekda Papua. Ketua Forum Lintas Pemuda Papua, Weki Gombo menilai penunjukkan Dance Y Flassy sebagai Sekda Papua bertolak belakang dengan hasil seleksi yang digelar Pemerintah Provinsi Papua.

Gombo mengklaim bahwa Dance Y Flassy hanya meraih ranking 3 dalam perolehan nilai seleksi calon Sekda Papua pada 9 Juli 2020. “Doren Wakerkwa memiliki  Nilai 300,1, Wasuok Demianus Siep [mendapat] nilai 271,1. Sementara Dance Yulian Flassy mendapat nilai 269, dan Juliana J Waromi mendapat nilai 264,3,” kata Gombo.

Gombo menyatakan rakyat Papua telah mengetahui proses lelang jabatan Sekda Papua sejak awal, dan telah mengetahui hasil seleksi untuk jabatan itu. Ia menyatakan rakyat Papua juga telah memiliki rekam jejak kinerja Doren Wakerkwa maupun Dance Y Flassy. Karena itu Gombo menolak keputusan Jokowi mengangkat Dance Y Flassy menjadi Sekda Papua.

“Itu namanya ‘latihan lain, main lain’. Kami meminta Presiden untuk meninjau ulang Kepres itu, agar jabatan Sekda Papua tidak bermasalah,” kata Gombo.

Baca juga: Wagub Papua lantik Doren Wakerkwa sebagai Penjabat Sekda Papua

Loading...
;

Ia menyatakan mendukung pernyataan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal yang mendukung Doren Wakerkwa menjadi Sekda Papua. “Wakil Gubernur Papua sudah mengambil langkah tepat menunjuk Doren Wakerkwa sebagai Pejabat Sekda Papua,” katanya.

Keputusan Jokowi mengangkat Dance Y Flassy menjadi Sekda Papua telah diteruskan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe pada 24 September 2020, melalui surat Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Kabinet, Farid Utomo. Akan tetapi, pada 25 September 2020 lalu Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal justru melantik Doren Wakerkwa menjadi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua.

Saat itu, Tinal menyatakan Doren Wakerkwa adalah pejabat yang meriah nilai tertinggi dalam proses seleksi Sekda Papua.  “Tidak apa kalau hasil [seleksi Sekda oleh Presiden] lama. Biar Doren Wakerkwa menjadi Penjabat [Sekda Papua] sampai masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur berakhir. Sebab, waktu mengikuti tes, [beliau] mendapat nilai terbaik,” kata Tinal pada 25 September 2020.

Jubi belum memperoleh tanggapan dari Gubernur Papua maupun Wakil Gubernur Papua atas terbitnya Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 159/TPA Tahun 2020 itu.

Sebelumnya, Beritasatu.com dan SuaraKarya.id melansir pernyataan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Papua (FKMPP) Benny Marthen Maran yang mendukung pengangkatan Dance Yulian Flassy sebagai Sekda Papua. Maran menilai Dance Y Flassy memiliki rekam jejak yang baik dan kaya pengalaman di bidang pemerintahan.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top