Follow our news chanel

Previous
Next

Jokowi klaim 105 ribu APD dokter Korona mulai didistribusikan pada Senin

Presiden Jokowi ketika meninjau RS Darurat di eks Wisma Atlet yang dijadikan penanganana pasien Covid-19 – Dok Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.
Jokowi klaim 105 ribu APD dokter Korona mulai didistribusikan pada Senin 1 i Papua
Presiden Jokowi ketika meninjau RS Darurat di eks Wisma Atlet yang dijadikan penanganan pasien Covid-19 – Dok Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Presiden Joko Widodo angkat bicara soal keluhan para dokter dan tenaga medis tentang kekurangan Alat Pelindung Diri atau APD yang dibutuhkan untuk merawat Pasien dalam Pengawasan dan Pasien Positif Korona. Jokowi mengklaim pada Senin pihaknya akan mendistribusikan 105.000 APD ke seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di Indonesia.

Presiden Jokowi menjelaskan saat ini hampir seluruh negara di dunia berebut untuk mendapatkan beberapa perlengkapan kesehatan, baik APD, masker, hingga hand sanitizer. Hal itu disampaikan Jokowi seusai meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta menjadi rumah sakit (RS) darurat penanggulangan wabah virus korona atau Covid-19, Senin (23/3/2020).

Ia mengaku pemerintah Indonesia telah menyiapkan ratusan ribu APD yang akan segera disebar ke berbagai rumah sakit.”Pada Sabtu kemarin, kita telah siapkan 105.000 APD, yang pada hari ini akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada di Tanah Air,” kata Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran persn Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima Jubi pada Senin.

Jokowi menyatakan sebanyak 45.000 unit APD akan didistribusikan di DKI Jakarta, Bogor, dan Provinsi Banten. Sejumlah 40.000 unit APD akan didistribusikan untuk Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Bali. Daerah luar Jawa hanya akan kebagian 10.000 unit APD, karena 10.000 unit APD lainnya akan disimpan sebagai cadangan.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan bahwa Chloroquine, salah satu dari dua obat yang disiapkan pemerintah dalam jumlah besar, tidak akan menjadi obat utama dalam penanganan Covid-19. Chloroquine juga bukan merupakan obat bebas, sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter.

“Saya sampaikan bahwa Chloroquine ini adalah bukan obat first line, tetapi obat second line, karena memang obat Covid-19 ini belum ada. Juga belum ada antivirusnya. Dari pengalaman beberapa negara, Chloroquine sudah digunakan, banyak pasien Covid-19 yang sembuh dan membaik kondisinya. Obat ini bukan obat bebas jadi penggunaannya harus melalui resep dokter,” kata Jokowi.

Loading...
;

Untuk diketahui, Chloroquine yang disiapkan pemerintah telah diproduksi di dalam negeri melalui Kimia Farma. Saat ini, pemerintah telah memiliki stok Chloroquine sebanyak tiga juta, yang akan diberikan melalui pengawasan dokter.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top