Follow our news chanel

Previous
Next

Jokowi teken Kepres pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Papua, Corona
Foto ilustrasi. - pixabay.com
Jokowi teken Kepres pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar 1 i Papua
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi – Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden atau Kepres tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Dengan Kepres itu, pemerintah resmi menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat serta menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Hal itu dinyatakan Jokowi dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa. “Pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.Oleh karenanya, pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat. Saya telah memutuskan opsi yang kita pilih adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. PSBB itu ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang berkoordinasi dengan kepala Gugus Tugas dan kepala daerah. Dasar hukumnya adalah Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya pada Selasa.

Jokowi menyatakan pada Selasa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar. Selain itu, Jokowi juga sudah menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

Jokowi meminta setiap kebijakan kepada daerah mengikuti ketentuan Undang-undang tentang Kerantinaan Kesehatan maupun Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden yang telah ditandatangani pada Selasa.

“[Itu semua] untuk melaksanakan amanat Undang-undang [Kekarantinaan Kesehatan] tersebut.  Dengan terbitnya PP itu ,semuanya jelas. Para kepala daerah saya minta tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi. Semua kebijakan di daerah harus aturan dan berada di dalam koridor UU, PP, Kepres tersebut. Polri juga dapat mengambil langkah penegakan hukum terukur dan sesuai UU, agar PSBB dapat berlaku efektif dan mencapai tujuan mencegah meluasnya wabah,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan Indonesia harus belajar dari pengalaman negara lain dalam menangani pandemi Covid-19. Meski demikian, Jokowi menegaskan Indonesia tidak bisa begitu saja meniru cara penanganan negara lain.

Loading...
;

“Sebab semua negara memiliki ciri khas masing-masing, baik itu luas wilayah, jumlah penduduk, kedisiplinan, kondisi geografis, karakter dan budaya, perekonomian masyarakatnya, kemampuan fiskalnya, dan lain-lain. Oleh karena itu kita tidak boleh gegabah dalam merumuskan strategi. Semuanya harus dihitung dan dikalkulasi dengan cermat,” kata Jokowi.

Menurutnya, inti kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 sangat tegas dan jelas. “Pertama, kesehatan masyarakat adalah yang utama. Oleh sebab itu, kendalikan penyebaran penyebaran Covid dan obati pasien yang terpapar. Kedua, kita siapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli. Ketiga, menjaga dunia usaha, utamanya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerjanya,” kata Jokowi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top