Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

JPU mangkir sidang, pemeriksaan saksi verbalisan tertunda

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi versi Luhut MP Panggaribuan, Sugeng Teguh Santoso. - Jubi/Benny Mawel
JPU mangkir sidang, pemeriksaan saksi verbalisan tertunda 1 i Papua
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi versi Luhut MP Panggaribuan, Sugeng Teguh Santoso. – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pengadilan Negeri Jayapura pada Senin (16/12/2019) tidak bisa menyidangkan pemeriksaan penyidik yang dijadikan saksi verbalisan dalam perkara terkait amuk massa yang terjadi di Kota Jayapura pada 29 Agustus 2019 lalu. Jaksa tidak menghadiri sidang yang dijadwalkan untuk memeriksa saksi verbalisan. Perkara itu ditunda hingga 6 Januari 2020.

Anggota Tim Advokat untuk Orang Asli Papua (OAP), Sugeng Teguh Santoso mengatakan kecewa karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak hadir dan tak tidak menghadirkan sejumlah penyidik yang dijadwalkan menjadi saksi verbalisan. Padahal kesaksian para penyidik diperlukan, mengingat sejumlah terdakwa menyatakan dianiaya dan dipaksa menandatangani Berita Acara Pemeriksaan yang telah dibuat sebelumnya.

Sugeng Teguh Santoso mengatakan majelis hakim memerintahkan JPU menghadirkan saksi verbalisan karena sejumlah terdakwa mencabut isi BAP. “Karena BAP tersebut dibuat dengan adanya dugaan tindak kekerasan, penyiksaan, ancaman, dan tekanan selama proses pemeriksaan, serta rekayasa pemeriksaan. Para Terdakwa seolah-olah didampingi oleh advokat sebagai penasehat hukumnya, yang ternyata faktanya [advokat] tidak mendampingi para terdakwa,” katanya.

Sugeng menyatakan sepanjang Senin Tim Advokat untuk OAP menunggu dimulainya sidang. Hingga pukul 16.30 WIT, persidangan tidak kunjung dimulai. “Ketua majelis hakim, Maria Sitanggang, akhirnya membuka sidang. Majelis hakim menyatakan tidak ada informasi resmi atas ketidakhadiran jaksa dan para terdakwa di sidang Pengadilan,” kata Sugeng.

Pemeriksaan saksi verbalisan bukan satu-satunya agenda persidangan yang tertunda. Pada Senin, Pengadilan Negeri Jayapura seharusnya menggelar sidang beberapa perkara yang memiliki agenda sidang berbeda. Ada perkara yang seharusnya memasuki tahapan pembacaan tuntutan jaksa, dan pula perkara yang memasuki tahapan pemeriksaan saksi.

“Karena JPU dan para terdakwa tidak hadir di persidangan, seluruh sidang Senin ditunda hingga tanggal 6 Januari 2019. Padahal dalam sidang sebelumnya, 11 Desember 2019, JPU telah menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan para saksi verbalisan yang merupakan para penyidik Polda Papua yang memeriksa perkara-perkara yang sedang diperiksa pengadilan,” kata Sugeng.

Loading...
;

Dalam persidangan, Tim Advokat untuk OAP telah meminta kepada majelis Hakim agar penundaan sidang itu tidak mengakibatkan hak-hak para terdakwa hilang atau dikurangi. Tim Advoat untuk OAP antara lain meminta jaminan hak terdakwa untuk mengajukan saksi yang meringankan (saksi a de charge) dan ahli. “Atas permintaan tersebut, majelis Hakim yang diketuai Maria Sitanggang menyatakan hak para terdakwa pasti dijamin,” kata Sugeng.

Anggota Tim Advokat untuk OAP lainnya, Frederika Korain mempertanyakan sikap JPU yang mangkir sidang. “Tindakan JPU yang tidak bisa menghadirkan saksi verbalisan, yakni para penyidik Polda Papua yang memeriksa para terdakwa, semakin menguatkan dugaan adanya tindakan rekayasa pada proses hukum terhadap para terdakwa sejak tahap penyidikan,” katanya.

Korain mengatakan sikap JPU yang mangkir dengan tidak menghadiri sidang tanpa memberikan informasi perihal ketidakhadiran mereka adalah bentuk perendahan wibawa hakim dan pengadilan. “Kami menyerukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Papua untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja JPU yang menangani perkara ini,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top