Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

JPU tak patuhi perintah majelis hakim, sidang terdakwa kasus Nduga ditunda

Terdakwa MG saat menjalani sidang kedua di PN Jakarta Pusat – Jubi/Dok. PH

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sidang lanjutan terhadap terdakwa MG, 20 tahun dalam kasus pembunuhan 13 pekerja jalan trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua awal Desember 2018, yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (13/1/2020), ditunda.

Tim penasihat hukum atau PH meminta penundaan sidang dengan agenda pembacaan eksepsi oleh terdakwa terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut, lantaran menilai tak cukup waktu untuk menyiapkan eksepsi.

JPU baru menyerahkan dakwaan dan berita acara pemeriksaan atau BAP terhadap terdakwa kepada PH beberapa hari setelah sidang perdana pada 6 Januari 2020. Padahal ketika sidang perdana, majelis hakim memerintahkan JPU menyerahkan dakwaan dan BAP terdakwa kepada PH pada hari itu.

Pernyataan itu dikatakan tim PH terdakwa MG dalam rilis pers yang diterima Jubi, Selasa (14/1/2020).

Salah satu PH terdakwa, Mersi F. Waromi mengatakan, alasan lain pihaknya meminta sidang ditunda hingga 21 Januari 2020, karena para PH yang mendampingi MG juga mendampingi Surya Anta Ginting dan kawan-kawan dalam lanjutan sidang kasus makar pada hari yang sama.

Menurutnya, PH belum menyiapkan eksepsi terdakwa karena surat dakwaan baru disampaikan kepada terdakwa di ruang sidang saat sidang perdana pada 6 Januari 2020. Hakim kemudian memerintahkan JPU memberikan surat dakwaan dan berita acara pemeriksaan (BAP) kepada PH. Akan tetapi PH baru menerimanya pada 10 Januari 2020.

Loading...
;

“Ini menyebabkan kami kuasa hukum tidak memiliki waktu cukup menyusun surat eksepsi, karena bagi kami perlu mendalami surat dakwaan dan BAP guna kepentingan pembelaan dan alat bukti yang dapat kami sampaikan dalam surat eksepsi,” kata Mersi F. Waromi.

Selain pembacaan eksepsi oleh terdakwa, agenda sidang kedua juga menyediakan penterjemah bahasa Nduga terhadap terdawak oleh PH demi kelancaran proses persidangan dan pembelaan terdakwa, karena MG tidak fasih dan tak mengerti berbahasa Indonesia.

Katanya, tanggung jawab menyiapkan penterjemah diberikan majelis hakim kepada JPU, Ricardo Arnesius. Akan tetapi JPU tidak menyanggupinya, sehingga hakim meminta PH terdakwa yang menyiapkan penerjemah.

PH lain dari terdakwa, Tigor G. Hutapea mengatakan sidang kedua MG berlangsung jam 17.55 WIB-18.35 WIB. Sidang digelar pada sore hari lantaran ketua hakim yang akan memimpin sidang harus memenuhi undangan di Bareskrim Mabes Polri.

Kata Tigor Hutapea, sebanyak delapan kuasa hukum mendampingi terdakwa dalam sidang kedua. Selain itu sekitar 30 orang dari solidaritas mahasiswi-mahasiswa Papua, rohaniawan, dan aktivis hadir saat sidang memberikan dukungan kepada MG. Mereka juga memberikan dukungan saat sidang terdakwa makar Surya dan kawan-kawan.
“Harapan kami, kita bisa kawal kasus MG hingga Hasil yang terbaik, mengingat kasus Papua selalu bermuara pada kriminalisasi,” kata Tigor G. Hutapea. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top