HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jual senpi dan amunisi ke kelompok bersenjata, Pratu Demisia dipenjara seumur hidup

Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Kamis โ€“ Mahkamah Militer III-19 Jayapura pada Kamis (12/3/2020) menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Pratu Demisia Arista Tefbana (28 th). Anggota Komando Distrik Militer Mimika itu dinyatakan terbukti bersalah menjual senjata api dan amunisi kepada kelompok bersenjata di Papua.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, vonis dalam perkara terdakwa Pratu Demisia Arista Tefbana dibacakan majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Letkol Chk Agus P Wijoyo SH bersama hakim anggota Mayor Chk Dendy Suryo Saputro dan Mayor Laut Muhammad Zainal Abidin. Majelis hakim menyatakan Pratu Demisia bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 12 Tahun 1951.

Pasal itu mengatur larangan bagi orang yang tanpa hak untuk membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan senjata api, amunisi atau bahan peledak. Selain dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tabahan berupa pemecatan Pratu Demisia dari dinas kemiliteran, dan membayar biaya perkara senilai Rp10.000.

Seusai persidangan, hakim anggota Mayor Chk Dendy Suryo Saputro menyatakan bahwa tersangka Pratu Demisia dalam persidangan mengakui telah menjual senjata api dan amunisi kepada kelompok bersenjata yang dipimpin Moses Gwijangge. Pratu Demisia mengenal para anggota kelompok bersenjata itu saat ia bertugas di Jita, Kabupaten Mimika.

Pratu Demisia menjual satu senjata api dengan harga Rp50 juta. Ia juga menjual 1.300 butir peluru berbagai jenis senjata api dengan harga Rp100 ribu per butir.

Pratu Demisia mengaku memperoleh amunisi itu dari teman-temannya, dengan memakai alasan ia membutuhkan amunisi untuk berburu. Uang hasil penjualan senjata api dan amunisi itu dipakai Pratu Demisia untuk berfoya-foya.

Loading...
;
Baca juga  Pemprov Papua Barat belum pecat 59 ASN koruptor

Kedua penasehat hukum terdakwa, Mayor Chk Alvie Syahri dari Kumdam XVII/Cenderawasih dan Lettu Chk Doni Webyantoro dari Korem 174/ATW Merauke menyatakan akan mengajukan banding atas putusan itu.

Sebelumnya, pada 11 Februari 2020 Mahkamah Militer III-19 Jayapura juga mengadili tiga prajurit TNI AD yang menjual 13.431 butir peluru kepada kelompok bersenjata. Ketiga prajurit itu adalah Sersan Dua Wahyu Insyafiadi (dihukum penjara seumur hidup), Prajurit Satu Okto Maure (dihukum penjara 15 tahun) dan Prajurit Satu Elias K Waromi (dihukum penjara 2,5 tahun, potong masa tahanan).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa