Follow our news chanel

Judi menghilangkan produktivitas orang Papua

Ilustrasi - Pixabay

 

 

Oleh: Panuel Maling

Dewasa ini, adanya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin pesat menjadi sebuah tantangan baru dalam mengubah paradigma manusia. Di berbagai belahan dunia, perkembangan IPTEK tidak dipandang sebagai sesuatu yang biasa-biasa, karena perkembangan IPTEK menciptakan suasana baru.

Pasar telah menguasai dunia, semua dimensi kehidupan manusia telah menjadi sebuah kompetisi. Siapa yang bisa menguasai dunia kerja, adalah orang yang bermutu dalam berpikir dan bekerja. Bukan manusia instan dalam berpikir dan bekerja.

Perkembangan IPTEK menuntut manusia harus terampil dan bermutu dalam berpikir dan bekerja, untuk selanjutnya diterapkan dalam dunia kerja. Ada juga muncul tantangan lain, yaitu judi.

KBBI mendefinisikan judi sebagai permainan dengan memakai uang atau barang berharga sebagai taruhan.

Loading...
;

Permainan judi kini telah menguasai kehidupan manusia, baik permainan judi online, maupun offline. Hampir setiap hari semua lapisan masyarakat menaruh nasib atau nafkah pada permainan judi.

Ketergantungan hidup dulu adalah dunia kerja; siapa yang bisa berpikir dan bekerja secara baik layak dibayar mahal.

Hari ini, pola penghasilan itu telah berubah. Penghasilan dari gaji adalah modal awal untuk bermain judi (bagi yang PNS dan pegawai swasta), sementara pengangguran dan masyarakat biasa harus mencari jalan dan modal awal dalam sehari, apapun caranya (untuk berjudi).

Akibatnya, banyak muncul manusia-manusia pemalas, banyak muncul pegawai yang suka makan gaji buta. Pangkat tinggi, tapi produktivitas berpikir dan bekerja tidak ada. Lulusan sarjana, tapi tidak bisa memberikan jaminan sebagai pelamar kerja yang terampil dan produktif.

Kondisi inilah yang kemudian menguasai semua ruang-ruang dunia kerja sebagai tempat kepentingan penguasa. Tidak peduli, apakah tenaga yang ditempatkan adalah produktif atau tidak, asalkan ada orang dekat penguasa.

Sedangkan di tempat kerja membutuhkan perubahan dan kemajuan terhadap lembaga yang dipimpin sesuai dengan tuntutan zaman, tidak membutuhkan manusia yang dangkal dalam pemahaman, tumpul dalam berpikir dan tidak efektif dalam bekerja.

Lahirnya manusia-manusia pemalas alias pemain judi adalah efek dari tidak tegasnya pimpinan di suatu daerah. Contohnya di Papua.

Ada banyak kepala daerah yang tidak mengurus daerah yang dipimpinnya secara baik, sehingga banyak pegawai dan masyarakat yang terlantar dan menjadikan permainan judi sebagai sumber penghasilan hariannya.

Hal itu terbukti ketika ditanya kenapa main judi? Pasti jawabannya adalah saya sedang cari makan.

Ketergantungan manusia kini terhadap permainan judi sudah bertolak belakang jauh dengan tuntutan zaman.

Padahal perkembangan IPTEK menuntut agar manusia harus terampil dalam berpikir dan bekerja.

Kini berbagai negara mempunyai misi untuk menguasai pasar dunia. Tantangan persaingan ekonomi global sedang terjadi, untuk menguasai pasar dunia, negara-negara sedang mengedepankan kepentingan negara, sehingga di berbagai sektor dunia kerja, negara membutuhkan orang-orang yang terampil dalam berpikir dan bekerja.

Kenyataannya, banyak PNS, sarjana pengangguran dan masyarakat awam di Papua yang produktivitas berpikir dan bekerjanya telah hilang.

Kondisi itu ditandai dengan maraknya tempat-tempat permainan judi, perubahan kebiasaan kerja, yang dulunya ada buku saku untuk catatan harian jadwal kerja di kantor atau di rumah, kini ada buku sak tapi buku yang berisi rumus togel (toto gelap).

Yang dulunya, handphone digunakan untuk komunikasi penting dan install aplikasi-aplikasi penting, kini harus ada aplikasi permainan judi online dan komunikasi soal judi melulu.

Penghasilan dari gaji yang dulunya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, kini sebagian disisihkan untuk modal permainan judi.

Kondisi ini adalah gambaran hancurnya masa depan Papua beberapa tahun mendatang. Percaya atau tidak, suatu saat akan muncul satu generasi pemalas kerja atau sebagian generasi Papua yang kalah bersaing dengan generasi Papua yang lain.

Generasi kalah bersaing bisa menciptakan konflik sosial horizontal atau konflik antara generasi Papua yang sukses dan generasi Papua yang kalah bersaing.

Permainan judi, sesungguhnya adalah bukan permainan budaya orang Papua. Namun perkembangan permainan judi sudah menyebar di berbagai daerah di Papua.

Kenapa hari ini ketergantungan hidup sebagian orang Papua terhadap penghasilan dari judi?

Faktanya, sejak ada permainan judi online dan offline yang menghasilkan uang dari ratusan ribu hingga ratusan juta, orang Papua menjadi pemalas kerja. Sementara, pada sisi yang lain, orang non-Papua sedang menguasai berbagai sektor di dunia kerja.

Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan. Akibat dari maraknya permainan judi, banyak menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kehidupan orang Papua.

Harus disadari bahwa permainan judi bukan budaya orang Papua dan melepaskan ketergantungan hidup terhadap permainan judi. Harus ada solusi untuk mengatasi persoalan ini oleh para pemimpin daerah di seluruh Tanah Papua.

Ada beberapa solusi yang perlu diambil, yaitu:

Pertama, membuat peraturan daerah (Perda) yang melarang agar tidak mendirikan tempat- tempat permainan judi;

Kedua, pemerintah daerah melarang setiap Pegawai Negeri Sipil untuk tidak menjadi pemain judi;

Ketiga, pemerintah daerah menciptakan lapangan pekerjaan yang menyerap para sarjana pengangguran;

Keempat, pemerintah daerah meningkatkan fungsi kontrol terhadap setiap pegawai pada jam kerja;

Kelima, pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) terpadu yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP, untuk mengontrol dan membasmi tempat-tempat permainan judi dan lain-lain.

Untuk mengatasi segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Papua hari ini, selain kesadaran diri masyarakat Papua, harus ada solusi-solusi produktif dari pemimpin lokal, karena berbagai macam permasalahan yang kini muncul tersistematis, masif dan terorganisir.

Permainan judi adalah salah satu permainan yang kini sedang menghantui masyarakat Papua. Hanya duduk di rumah, tapi ada penghasilan.

Banyak orang ketika main judi lupa keluarga, pekerjaan, hingga lupa hal-hal positif lainnya.

Ketika fokusnya adalah hanya judi, pemahaman akan pengetahuan dan pemahaman dangkal, cara berpikir produktif tumpul, dan efektivitas dan produktivitas kerja menurun. Tinggal menunggu waktu kapan masa depannya hancur. (*)

Penulis adalah aktivis Ikatan Suku UNA, Kopkaka, Arimtab dan Momuna (UKAM) di Papua dan anggota Aplim Apom Research Group (AARG)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top