Follow our news chanel

Previous
Next

Jumlah atlet Papua di PON 2020 dikurangi, ini penyebabnya

Para pengurus Cabor dan pelatih saat mengikuti rapat koordinasi teknis yang berlangsung di Aula Toni Rompis, Kodam XVII/Cenderawasih – Jubi/Roy Ratumakin.
Jumlah atlet Papua di PON 2020 dikurangi, ini penyebabnya 1 i Papua
Para pengurus Cabor dan pelatih saat mengikuti rapat koordinasi teknis yang berlangsung di Aula Toni Rompis, Kodam XVII/Cenderawasih – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan, pihaknya harus melakukan pengurangan jumlah atlet menjadi 800 atlet dari 1.115 atlet saat ini karena keterbatasan anggaran.

“Anggaran yang kami (KONI) ajukan sudah dirasionalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan ditetapkan dana untuk pelaksanaan PON secara keseluruhan sebesar Rp700 miliar, dan dana ini tidak cukup hingga Oktober mendatang,” kata Kenius dalam rapat koordinasi teknis yang berlangsung di Aula Toni Rompis, Kodam XVII/Cenderawasih, Selasa (14/1/2020).

Dikatakan, dana Rp700 Miliar tersebut sudah termasuk dengan bonus bagi para atlet yang meraih medali baik itu medali emas, perak, dan perunggu.

“Coba bayangkan, Rp700 Miliar ini juga sudah termasuk untuk membiayai seluruh kontingen Papua, termasuk juga ada biaya operasional KONI dan Puslatprov. Ini sebabnya, kita harus melakukan degradasi atlet,” ujarnya.

Untuk melakukan degradasi atlet, Kenius mencontohkan Cabor Karate. Dari 12 atlet yang dipersiapkan, hanya satu atau dua orang yang mempunyai peluang besar meraih medali, ada baiknya satu atau dua orang tersebut yang dipertahankan.

“Tidak usah lagi dipertahankan sisa atletnya lagi. Saat ini bukan lagi zamannya dipertahankan dan dipertahankan. Kita butuh prestasi pada PON ini, untuk itu, saya mohon pengertian bagi setiap cabor baik itu pengurus maupun pelatihnya,” katanya.

Loading...
;

Kenius menghawatirkan dikemudian hari, dengan dipertahankannya jumlah atlet sebanyak 1.115, akan berimbas pada bonus nantinya.

“Kenapa? Biaya sudah terlanjut dikerahkan untuk atlet sebanyak itu. Ujung-ujungnya kami lagi yang nanti di demo oleh para cabor dan atlet karena bonus belum terbayarkan karena anggaran sudah habis. Ini yang saya tidak mau. Kita perketat sekarang, demi tujuan akhir yaitu prestasi dan memberikan penghargaan kepada yang meraih prestasi tersebut,” ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, menurut Ketua Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov), Brigjen TNI. Irham Waroihan mau tidak mau harus dilakukan degradasi terhadap atlet.

“Kita harus memakai atlet yang betul-betul punyai potensi untuk meraih medali. Kita pacu atlet tersebut, karena walaupun kita sebagai tuan rumah (PON), tidak semua nomor pertandingan harus diikuti. Ini yang harus dipahami,” katanya.

Lanjut Irham, pihaknya ingin semua atlet yang masuk dalam atlet inti, yang nantinya menyisakan 800 atlet adalah atlet-atlet yang mempunyai peluang besar meraih medali. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top