Jumlah dokter spesialis paru tak ideal untuk menghadapi Covid-19

Foto ilustrasi. - pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan jumlah dokter paru di Indonesia masih sedikit. Data PDPI per Juli 2020, jumlah dokter paru hanya berkisar pada 1.206 orang atau masih belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 267 juta jiwa.

“Tentunya rasio kita belum ideal dan ini masih jauh dari harapan,” kata Agus, Selasa (8/9/2020) kemarin.

Baca juga : Ikatan dokter mencatat 100 anggotanya meninggal karena Covid-19 

Sepuluh dokter di daerah ini positif Covid-19, sebagian layanan rumah sakit ditutup 

Dokter di Sultra positif Covid-19 mencapai 26, tertular saat di UGD

Dari jumlah tersebut, rasio dokter per penduduk sebesar 1:100 ribu penduduk. Idealnya, kata Agus, jumlah dokter paru sebanyak 2.500 dokter paru untuk 267 juta jiwa.

Loading...
;

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) Erlina Burhan, mengatakan  dokter spesialis paru langsung berhadapan dengan pasien Covid-19 di lapangan. Rasio jumlah dokter paru sebagai dokter penanggung jawab pasien (DPJP) Covid-19 tidak mampu untuk menangani pasien yang terus bertambah.

“Kami PDPI ini sungguh diminta perannya dan memang harus kita akui bahwa kita memang sudah kelelahan, sebaran dokter paru tidak merata, karena dokter paru ini jumlahnya sedikit, tidak cukup untuk mengatasi kasus Covid-19 yang angkanya terus meningkat,” kata Erlina.

PDPI mencatat, saat ini jumlah dokter paru terbanyak berada di Jawa, dengan sebaran di Jawa Timur yaitu 213 dokter, DKI Jakarta 187 dokter, Jawa Barat 130, dan Jawa Tengah 90 dokter.

Meski tersebar banyak di provinsi dengan kasus Covid-19 yang banyak, jumlah dokter paru masih dianggap kurang. Erlina mengatakan, tidak semua dokter paru menjadi DPJP karena faktor usia.

“Dokter paru ini tidak semuanya langsung terjun karena masalah usia, ada sebagian kecil yang tidak lagi praktik, khususnya di DKI Jakarta. Memang paling banyak dokter di Jawa Timur tapi kasusnya juga banyak, jadi ini cukup berat pekerjaan kami,” ujar Erlina menjelaskan.

Erlina mengatakan ada beberapa provinsi tercatat hanya memiliki dokter paru kurang dari 10. Seperti di Kalimantan Utara 5 dokter, Sulawesi Utara 4 dokter, Sulawesi Tengah 3 dokter, Sulawesi Tenggara 5 dokter, Sulawesi Barat 1 dokter, Maluku Utara 2 dokter, Maluku 5 dokter, Papua Barat 2 dokter, dan Papua 5 dokter.

Hal itu diperlukan upaya pemerintah membantu meningkatkan jumlah dokter paru di Indonesia, mengingat dokter paru amat dibutuhkan saat masa genting seperti masa pandemi.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia mencatat ada 187 kematian pada tenaga medis per Minggu (6/9/2020). PDPI sendiri mencatat ada 3 dokter spesialis paru yang telah berpulang selama masa pandemi, dan 50 dokter paru yang dikonfirmasi positif Covid-19. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top