Jumlah kasus COVID-19 di Papua Nugini meningkat tajam

Pandemi COVID-19 di Papua Nugini
Petugas kesehatan PNG mengenakan APD. - WHO PNG

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Jumlah kasus COVID-19 di Papua Nugini terus meningkat tajam. Pemerintah Papua Nugini didesak mempercepat vaksinasi COVID-19.

Sekelompok ahli telah memperingatkan lonjakan jumlah kasus COVID-19 di Papua Nugini. Sejak awal Februari, jumlah kasus COVID-19 di sana telah bertambah dua kali lipat.

Jumlah kasus COVID-19 yang dilaporkan telah mencapai 1.692 kasus. Pandemi itu telah menyebabkan tekanan yang berat kepada sistem pelayanan kesehatan Papua Nugini yang rapuh, termasuk di ibu kota Port Moresby.

Baca juga: RUU tambah wewenang Kepolisian Fiji khawatirkan masyarakat

Anna Maalsen, seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di PNG, mengatakan situasi pandemi COVID-19 di negara itu memburuk dengan cepat. Jumlah kematian yang disebabkan COVID-19 saat ini mencapai 21 jiwa, dan sejumlah lima pasien diantaranya meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. “Ada sejumlah zona merah di seluruh PNG yang sedang kami pantau dengan ketat,” jelas Maalsen.

Matt Cannon, kepala layanan ambulans St John Ambulance PNG mengaku khawatir dengan perkembangan pandemi COVID-19 itu. “[Ini] mengkhawatirkan, menyaksikan tenaga kesehatan yang positif [terinfeksi virus korona],” kata Cannon kepada ABC.

Pekan lalu, Fiji telah menjadi negara di Pasifik Selatan yang memulai vaksinasi COVID-19. Vaksinasi COVID-19 di Fiji itu merupakan bagian dari program COVAX yang dibuat WHO.

Loading...
;

Di PNG, program vaksinasi COVID-19 belum dimulai. Untuk memulai program vaksinasi itu, pemerintah Papua Nugini membutuhkan persetujuan dari tingkat nasional. Menteri Kesehatan PNG, Jelta Wong menyatakan rasa frustasinya kepada ABC, karena melibat maraknya berita palsu dan politisasi vaksin COVID-19.

Karantina wilayah di Port Moresby

Surat kabar The National melansir berita tentang kemungkinan penerapan karantina wilayah di National Capital District (NCD), termasuk Port Moresby. Gubernur Powes Parkop menyatakan karantina wilayah itu hanya dapat dielakkan jika warga mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan virus korona penyebab COVID-19.

Parkop menekankan dalam empat hari pertama bulan Maret telah terkonfirmasi 108 kasus COVID-19 baru. Padahal, sepanjang Februari lalu hanya terkonfirmasi 124 kasus baru COVID-19. Sepanjang Januari, hanya ditemukan lima kasus COVID-19.

Parkop memperingatkan warga PNG  untuk serius menanggapi langkah pencegahan yang dianjurkan pemerintah. “Covid-19 itu nyata.” (Pacific Beat)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top