Jurnalis di Papua mesti ramah gender

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi – 23 Jurnalis dari empat Kabupaten di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat mengikuti pelatihan Jurnalistik Berperspektif Gender yang digelar di Jayapura, Papua.

Desti Murdijana Konsultan KBG (Kekerasan Berbasis Gender) USAID mengatakan, ada banyak ketimpangan gender yang selama ini terjadi di Tanah Papua. Jurnalis, menurutnya punya peran penting untuk menyuarakan isu – isu soal gender utamanya kasus kekerasan.

“Kekerasan yang dimaksud terhadap Gender meliputi segala bentuk kekerasan yang ditujukan pada individu karena jenis kelamin-nya (misalnya perempuan), identitas gender (misalnya waria) atau karena perilakunya yang dianggap menyimpang dari norma sosial baik di ruang privat maupun di ruang publik," kata Desti, Kamis (15/11/2018).

Dia mengatakan, berdasarkan Data Komnas Perempuan Tahun 2018, ada 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2017.  Tiga kasus tertinggi di tahun 2017 adalah Kekerasan Dalam rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual pada anak,  kekerasan dalam pacaran.

Jenis kasus lain yang juga masuk dalam daftar adalah kasus kekerasan seksual meliputi kasus incest (hubungan sedarah), perkosaan dan kasus eksploitasi seksual.

“Secara khusus di wilayah tanah Papua berdasarkan hasil mapping study USAID 2017 menunjukkan ada keyakinan perempuan bahwa dalam kondisi tertentu, laki-laki berhak melakukan tindakan kekerasan karena konsep kesetaraan antara perempuan dan laki-laki," tambahnya. (*)

Loading...
;

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top