Follow our news chanel

Previous
Next

Juru bicara pabrik semen yang cemari udara di Manokwari menolak beri komentar

Wakil GM pabrik semen Manokwari, Long Pengyu, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Manokwari belum lama ini. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)
Juru bicara pabrik semen yang cemari udara di Manokwari menolak beri komentar 1 i Papua
Wakil GM pabrik semen Manokwari, Long Pengyu, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Manokwari belum lama ini. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Juru bicara pabrik semen Manokwari,  Long Pengyu menolak berkomentar soal dugaan pencemaran udara berupa kepulan asap hitam yang dikeluhkan warga sekitar pabrik semen. Menurutnya, persoalan itu bukanlah kewenangannya untuk menjawab kepada publik.

Ia berdalih sudah ada penelitian laboratorium yang dipercayakan sepenuhnya kepada instansi teknis di Pemerintah Provinsi dan kabupaten Manokwari.

“Kita tidak membela diri tentang itu, tapi kita punya Pemerintah (instansi) semua bisa dibuktikan dengan hasil Lab. Kita tidak mau bicara apa-apa, kami hanya melihat hasil, mana yang benar dan mana yang salah,” tutur Long Pengyu, kepada wartawan di Manokwari belum lama ini.

Dia tak menampik tentang adanya asap hitam yang keluar melalui cerobong pabrik sekitar empat bulan lalu (November 2019). Itu dikarenakan salah satu komponen penyaring (filter) pada cerobong harus diganti.

“Masalah di cerobong, itu karena mesin (sparepart) yang rusak, akhirnya kita perbaiki dan alatnya harus didatangkan dari luar. Malah sekarang kita ambil tindakan untuk siapkan cadangan. Jujur saja, manusia kalau jalan, kadang juga bisa keseleo,” katanya.

Pengyu menuturkan, bahwa selain asap pabrik semen, di sekitar lokasi kampung Maruni juga terdapat pabrik olahan material batu yang mengeluarkan asap setiap hari.

Loading...
;

“Nah itu, asap dari pabrik penggilingan batu hampir tiap hari. Yang kemarin punya kami baru sekali tapi dijadikan sasaran,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLH-P) Provinsi Papua Barat, Abdullatief Suaeri, yang dikonfirmasi Jubi melalui telepon seluler belum memberikan respons hingga berita ini ditayangkan.

Sebelumnya, Suaeri menegaskan bahwa keluhan warga tentang asap hitam sekitar pabrik semen harus segera disikapi melalui tim terpadu melibatkan Dirjen Gakkum KLHK pusat.

Tim terpadu, kata Suaeri, telah dibentuk karena laporan warga [terdampak] sekitar lokasi pabrik semen telah sampai di meja KLHK pusat.

“Tim terpadu ini terdiri dari Dirjen Gakkum KLHK pusat, DLHP provinsi dan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari, ” ujar Suaeri beberapa waktu lalu.

Sedangkan, Kepala Bidang Pencemaran, DLH kabupaten Manokwari, Yohanes Lebang, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa belum bergabung dengan tim tersebut.

“Tim itu saya belum gabung,” kata Lebang singkat melalui pesan selulernya. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top