Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Jurusan Antropologi Uncen kesulitan terapkan kuliah daring

Kelas Daring Papua
Foto ilustrasi, kuliah daring. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dosen Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih, Abner Krey mengatakan selama masa pandemi Covid-19 pihaknya kesulitan menerapkan kegiatan belajar mengajar secara daring. Kuliah daring sulit diterapkan karena tingkat kehadiran mahasiswa rendah, dan rendahnya kualitas sambungan internet di Papua.

Hal itu dinyatakan Abner Krey di Kota Jayapura, Senin (31/8/2020). Krey mengatakan beberapa dosen menerakan pembelajaran secara daring dengan layanan Goggle Meeting, Whatsapp, Zoom, namun tidak efektif.

Menurutnya, banyak mahasiswa juga tidak memiliki gawai pintar dan komputer untuk mengikuti kelas daring. Selain itu, banyak mahasiswa mengeluh tidak memiliki cukup pulsa atau paket data untuk mengikuti kelas daring.

“Kendala yang tidak bisa dipungkiri oleh kami terutama sarana penunjang, dan kesiapan mahasiswa dalam menerapkan sistem pembelajaran daring,” kata Krey.

Baca juga: Orangtua berperan kembangkan literasi anak di masa pembelajaran daring

Krey mengatakan kendala untuk menerapkan kelas daring itu tidak hanya dialami Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih (Uncen), namun juga dialami berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Papua.

“Kesiapan mahasiswa untuk mengikuti kuliah daring online terbatas, [terutama dalam ketersediaan] pulsa atau paket data tidak ada. Mahasiswa juga tidak efektif belajar secara daring. Jaringan internet di Papua, bisa [tersambung], tetapi kualitas [sambungannya] tidak bagus,” katanya.

Loading...
;

Menurut Krey, banyak mahasiswa Jurusan Antropologi Uncen telah menyampaikan keluhan bahwa mereka tidak bisa mengikuti kuliah daring. Berbagai kendala itu membuat tingkat kehadiran mahasiswa dalam sejumlah kuliah daring yang diselenggarakan Jurusan Antropologi Uncen rendah.

Krey mengatakan Uncen telah mengambil sejumlah kebijakan dan inovasi untuk mempermudah para mahasiswa mengikuti kuliah daring. Kini, Jurusan Antropologi Uncen mulai membuka lagi perkuliahan secara tatap muka.

Baca juga: Semua sekolah YPPK di Kota dan Kabupaten Jayapura terapkan kelas daring

“Kami memilih proses belajar mengajar di kampus, bertatap muka langsung, karena itu efektif. Satu angkatan itu berjumlah 100 lebih tapi yang hadir [dalam perkuliahan daring] bisa 20 [orang saja], bahkan kurang dari itu. Kalau tatap muka, jauh lebih banyak [yang hadir dan] belajar di kelas,” katanya.

Krey mengatakan pandemi Covid-19 yang berlangsung lama membuat masyarakat di Papua beranggapan pandemi itu sudah tidak ada lagi. Masyarakat juga mulai mengeluh karena pembatasan sosial diterapkan dalam jangka waktu terlalu lama. “Dampak lockdown membuat aktivitas masyarakat terbengkalai. Hal itu juga mempengaruhi pendapatan, relasi antara sesama masyarakat, dan sebagainya,”  katanya.

Akibatnya, semakin banyak masyarakat yang tidak mematuhi lagi protokol kesehatan Covid-19. “Sekarang banyak masyarakat tidak lagi menerapakan protokol kesehatan. Hal itu tampak juga di kampus, baik mahasiswa maupun dosen. Walaupun ada larangan, namun tetap saja ada yang dilanggar,” kata Krey.

Salah seorang mahasiswa Jurusan Antropologi Uncen, Gad Kaminus Imbiri mengatakan para mahasiswa belum berkuliah secara daring. “Kami hanya mengirim tugas melalui email dosen dan Whatsapp,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top