HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kabupaten Jayapura resmikan area pembibitan sagu

Assiten III Setda kabupaten Jayapura saat menanam sagu jenis rondo di spot sagu Phaneauw. Jubi/ Engel Wally
Kabupaten Jayapura resmikan area pembibitan sagu 1 i Papua
Assiten III Setda kabupaten Jayapura saat menanam sagu jenis rondo di spot sagu Phaneauw. Jubi/ Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah meresmikan tempat atau spot  pembibitan Sagu di bukit Phaneauw, tepatnya di  areal perkantoran Bupati Jayapura. Sebanyak 50 pohon anakan sagu yang dari 5 jenis meliputi Bhara, Osokhulu,Rondo,Yebha, dan Ruruna dikembangkan di kawasan tersebut.

“Dari tempat ini, ketika sagu sudah bertumbuh dengan baik maka bibit unggulnya dapat di tanam ditempat lain lagi,” ujar Asisten III Setda Kabupaten Jayapura, Timoteus Demetouw usai meresmikan area sagu itu, Rabu (15/1/2020).

Kabupaten Jayapura resmikan area pembibitan sagu 2 i Papua

Baca juga : Soedarmo mengakui kelezatan pangan Papua

Perempuan Yerisiam Gua: Dusun Sagu Ini Hidup Kami

Menurut Timoteus, area pembibitan sagu yang diresmikan itu akan menjadi tempat pembudidayaan sagu yang dapat disebarluaskan ke tempat-tempat lain di Kabupaten Jayapura. “Sebelumnya di tempat yang sama sudah ada 10 rumpun pohon sagu yang erada ditempat tersebut dengan 10 induk pohon sagu, dengan luas lahan 150  kali  40 meter persegi,” kata Timoteus menambahkan.

Menurut dia, luas hutan sagu di dunia mencapai 5 juta hektar,  4 juta hektarnya ada di Indonesia dan Papua salah satu Daerah yang memiliki hutan sagu yang terluas dengan puluhan jenis.

“Sayagnya zaman membuat generasi saat ini mulai melupakan makanan pkok mereka, oleh sebab itu, penanaman sagu dari sini harus terus di kembangkan ke seluruh wilayah kabupaten Jayapura,” kata Timoteus menjelaskan.

Ia berharap Dinas dan lembaga terkait senantiasa menjalankan program perlindungan hutan sagu, dan mensosilisasikan kepada seluruh masyarakat untuk benar-benar mencintai makanan pokok mereka yaitu sagu.

“Kadang pemerintah juga sangat dilema dalam menentukan arah kebijakan yang memproteksi hak-hak masyarakat,”katanya.

Direktur WWF Program Papua, Benja Viktor Mambai, mengatakan aksi nyata pembibitan sagu yang dilakukan saat ini akan memiliki dampak yang besar apabilah komitmennya benar-benar dilaksanakan.

“ Banjir bandang maret lalu adalah salah satu dampak yang luar biasa, apabila kita tidak berkomitemn menjaga alam dengan keseimbangannya,” kata Mambay. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top