Follow our news chanel

Previous
Next

Ilmuwan asal China kembali ungkap misteri Corona

Papua pandemi Covid
Ilustrasi, pandemi Covid-19 di Papua – Jubi/Leon

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Ilmuwan China yang kabur ke Amerika Serikat, Li-Meng Yan menuduh virus corona berasal dari laboratorium militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok, bukan pasar basah Wuhan. Hal itu diungkap Li dalam wawancara dengan Lude Press pada Selasa (28/7/2020) lalu.

Baca juga : Ilmuwan di China mulai uji klinis tahap dua vaksin Covid-19

AS tuduh peretas China curi penelitian Covid-19

Dua pekan lagi WHO dapatkan hasil awal uji coba obat Covid-19

Li yang merupakan virologi dan imunologi di School of Public Health, The University of Hong Kong (HKU) itu telah melarikan diri ke Amerika Serikat.

“Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Pasar basah di Wuhan hanya digunakan sebagai umpan,” ujar Li-Meng Yan.

Loading...
;

Dia mengaku sejak awal buka suara karena melihat dokter dan pasien yang tidak bersalah berjatuhan akibat terinfeksi Covid-19.

Sebagai dokter dan ilmuwan, dia mengatakan tidak dapat bersikap acuh tak acuh. Selama penelitiannya mengenai penularan virus dari manusia ke manusia, dia mengklaim melacak sumber wabah ke PLA.

Dia juga saat itu melaporkan temuan itu kepada atasannya, namun tidak ditanggapi serius.

“Saya tahu bahwa begitu saya berbicara, saya bisa menghilang kapan saja, sama seperti semua demonstran yang berani di Hong Kong. Saya bisa menghilang kapan saja. Bahkan nama saya tidak akan ada lagi,” kata Li menjelaskan.

Dia juga menekankan bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk membeberkan informasi sebelum “menghilang”.

Wanita itu mengaku dibesarkan dan dididik di bawah Partai komunis China (PKC) dan tahu “hal-hal apa yang akan dilakukan pemerintah China” tapi dia tidak berani menebak “seberapa jauh (PKC) akan bertindak”. Ia berjanji akan terus mengatakan yang sebenarnya tentang PKC dan pandemi Covid-19, dengan harapan mempercepat pemahaman dunia luar tentang rezim. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top